TNI AD Buka Lahan Palawija Seluas 300 Hektare di Majalengka

Jakarta, IDM – TNI AD membuka lahan seluas 300 hektare di Desa Cihaur, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Lahan ini digunakan untuk program ketahanan pangan mencakup penanaman tanaman pangan dan palawija.
Menurut Asisten Intelijen (Asintel) KSAD Mayjen TNI Drajad Brima Yogamewakili Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meresmikan lahan ini mengatakan penanaman lahan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan 60 hektar yang telah ditanami.
Baca Juga: Denjaka Latihan Antiteror Pembebasan Sandera di Hambalang Bogor
"Di seluruh Indonesia, kita sudah menanam di ribuan hektar lahan. Di Majalengka sendiri, kita rencanakan 300 hektar, dan yang sudah ditanami adalah 60 hektar," ujar Drajad Brima Yoga dalam keterangannya dikutip dari Dispenad, Selasa, (6/8).
Selain peluncuran program ketahanan pangan, acara ini juga dirangkaikan dengan peletakan prasasti untuk sumur bor dan pipanisasi, yang akan mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat, juga pertanian dan perkebunan setempat.
Baca Juga: Kodiklatal Tempa 10 Prajurit Kopaska Jadi Pelatih Pasukan Elite TNI AL
TNI AD sendiri telah membangun 2.664 sumur bor di seluruh Indonesia. Demi tujuan mulia yaitu untuk memastikan keberlanjutan pertanian dan perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.
Dalam acara tersebut, juga diberikan bantuan sosial, bibit ikan kepada masyarakat sekitar, dan pelepasan burung hantu untuk membasmi hama tikus yang sangat merugikan pertanian. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































