TNI AD Bicara Peternakan Ayam hingga Pengelolaan Lahan untuk MBG

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono buka suara terkait rencana pelibatan TNI Angkatan Darat dalam pengelolaan peternakan ayam dan lahan pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya saat ini keterlibatan TNI AD masih dalam konsep umum yang akan terus dikaji bersama instansi terkait.
"Apabila nanti sudah ada arahan atau kebijakan resmi dari pimpinan TNI AD, tentu akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik," kata Donny dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (12/11).
Donny menjelaskan bahwa sejak awal TNI AD berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan program nasional MBG sesuai dengan bidang tugas dan kewenangannya.
"Prinsipnya, setiap bentuk dukungan dari TNI AD akan selalu diarahkan untuk membantu pemerintah memperlancar pelaksanaan program demi kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di wilayah," jelas Donny.
Lebih lanjut Donny menyampaikan bahwa dalam konteks pembinaan teritorial, TNI AD telah mengembangkan satuan-satuan di tingkat Kodim dengan penambahan Kompi Produksi yang memiliki kemampuan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, konstruksi, dan kesehatan. Selain itu, Batalion Teritorial Pembangunan (YTP) yang sedang dikembangkan TNI AD juga diarahkan memiliki peran serupa, yaitu membantu pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian pangan dan pembangunan wilayah.
Baca Juga: Peraturan Baru, TNI AD akan Beri Tunjangan Brevet, Keahlian, dan Keterampilan untuk Prajurit
"Pada prinsipnya, pelibatan TNI AD dalam program-program pemerintah selalu berlandaskan pada tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yakni membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, termasuk upaya mencapai kedaulatan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional," kata Donny.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan sudah memerintahkan prajurit untuk menanam bahan pangan, sayuran, dan buah-buahan di lahan-lahan milik TNI AD. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek Sudaryati Deyang di Markas Besar TNI AD, di Jakarta, Kamis (30/10) lalu.
Pada kesempatan tersebut Maruli juga mengatakan sejumlah lahan milik TNI sudah mulai dibudidayakan pangan. Di antaranya lahan seluas 206 hektar di Gunung Hejo, Purwakarta; 300 hektar lahan di Takokak, Cianjur; 100 hektar di Puslatpur Baturaja, Lampung; 50 hektar di Pengalengan, Kabupaten Bandung; 600 hektar di Ciemas, Sukabumi; serta 60 hektar tanah di Cibenda, Sukabumi. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































