TNI AD Beri Hadiah Mobil untuk 18 Istri Danyon, Ini Prestasinya

Jakarta, IDM – TNI AD melalui Pengurus Pusat Persit Kartika Chandra Kirana (PP Persit KCK) menyerahkan 18 kendaraan mobil kepada para pemenang Lomba Posyandu dan Program Istri Danyon Berdampak. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum Persit KCK Uli Simanjuntak disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Balai Kartini, Jakarta, Senin (31/8).
Dilansir dari keterangan Dispenad, Selasa (1/9), Maruli pada kesempatan tersebut mengatakan pemberian kendaraan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi satuan dan organisasi Persit KCK yang dinilai telah berhasil menghadirkan inovasi serta kepedulian dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaannya.
Baca Juga: Ikut Padamkan Karhutla Kalimantan, Tiga Helikopter Chinook Jepang Dapat Dukungan Lanud Supadio
Ia menyebut keberadaan Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Karena itu, pengelolaan Posyandu membutuhkan fasilitas yang memadai, kreativitas, kepedulian, serta keterlibatan aktif para kader dan keluarga besar TNI AD.
"Semoga kendaraan ini berguna bagi Ibu-ibu (Persit) dalam menjalankan tugas-tugasnya. Jadi hal yang paling membanggakan adalah ada hal yang bisa kita kerjakan bagi kemajuan satuan. Kita juga (TNI AD) telah melaksanakan berbagai program seperti air bersih dan jembatan,” ujar Maruli.
Sejalan dengan itu, program Istri Danyon Berdampak menjadi wadah untuk mendorong peran nyata istri Komandan Batalion dalam mendukung tugas satuan melalui berbagai kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan program lain yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Baca Juga: Marinir Patroli di Natuna, Cegah Aktivitas Ilegal
Maruli menegaskan bahwa keberhasilan satuan tidak hanya diukur dari kemampuan melaksanakan tugas pokok, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, berbagai kegiatan yang dilakukan Persit KCK diharapkan terus menjadi bagian dari kontribusi keluarga besar TNI AD dalam mendukung tugas dan pengabdian satuan.
Berikut adalah daftar lengkap penerima hadiah (unit Persit KCK)
- Persit KCK Ranting 4 Denintel Cab. 1 PD VI/Mlw
- Persit KCK Ranting BS 1 Denzipur 11 PD XXIV/MT
- Persit KCK Ranting 1 Kima Cab. LIII Yonif 642 Koorcab Korem 121 PD XII/Tpr
- Persit KCK Ranting 2 Yonkav 7 Cab. XIII Brigkav 1 PD Jaya/Jayakarta
- Persit KCK Ranting 2 Yonarhanud 6 Cab. XII Menarhanud 1 PD Jaya/Jayakarta
- Persit KCK Ranting 3 Yonif 432 Cab. XXXI Koorcab Divif 3 PG Kostrad
- Persit KCK Cab. X Rindam XVII PD XVII/Cen
- Persit KCK Cab. XII Yonif 100 PD I/BB
- Persit KCK Cab. XII Yonkav 5 PD II/Swj
- Persit KCK Cab. XII Yonif 600 PD VI/Mlw
- Persit KCK Cab. XII Kodim 1601 Koorcab Korem 161 PD IX/Udy
- Persit KCK Yon 13 Cab. II PCBS Kopassus
- Persit KCK Cab. XVII Yonzipur 1 PD I/BB
- Persit KCK Cab. XXVIII Yonif 142 Koorcab Korem 042 PD II/Swj
- Persit KCK Cab. LI Yonif 400 PD IV/Dip
- Persit KCK Cab. LXX Yonif 136 Koorcab Korem 033 PD XIX/TT
- Persit KCK Koorcab Korem 082 PD V/Brw
- Persit KCK Koorcab Korem 142 PD XXIII/PW.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































