TNI AD Bergerak Sukseskan Intruksi Presiden Bangun Jembatan di Seluruh Pelosok Negeri

Jakarta, IDM – TNI AD melalui Kodim 1610/Klungkung terus bergerak mendukung dan mensukseskan program-program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya terkait instruksi Presiden RI Prabowo Subianto tentang pembangunan jembatan di seluruh pelosok negeri.
Dilansir dari keterangan Penkodam XVI/Udayana, Rabu (10/12), Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono mengatakan pihaknya bergerak cepat mendata dan melaksanakan peninjauan di wilayah teritorialnya untuk menentukan wilayah yang membutuhkan dibangunnya jembatan.
Ia pun langsung turun tangan mengajak para prajurit Koramil dan Babinsa mengecek langsung salah satu jembatan di Dusun Kaleran, Desa Manduang, Kecamatan Klungkung, Bali. Jembatan sementara tersebut masih digunakan oleh masyarakat untuk beraktifitas sehari-hari.
Baca Juga: Cerita Prajurit TNI AD di Aceh Tamiang: Rumah, Istri dan Ketiga Anaknya Tertimbun Longsor
Jembatan ini memiliki panjang kurang lebih 8 meter dengan kedalaman sekitar 15 meter yang dibuat dari bambu secara swadaya masyarakat sebagai solusi darurat melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat di Dusun Kaleran dalam melaksanakan aktivitas pertanian dan kehidupan perekonomian masyarakat. Namun kondisi jembatan sangat memprihatinkan dari segi keamanan dan keselamatan, terutama saat musim hujan yang pastinya akan menjadi licin dan dengan bahan bambu ini juga memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi,” ujarnya.
Ia berharap jembatan sementara ini mendapat perhatian, sehingga dapat dibangun jembatan yang permanen yang lebih kokoh dan kuat serta aman bagi masyarakat.
Baca Juga: Kapal Perang ASEAN dan AS Padati Batam, KRI John Lie hingga USS Cincinnati Ikut Latihan Maritim 2025
Sementara itu, salah satu warga Dusun Kaleran mengatakan bahwa dulu ada jembatan beton di sini, namun ambrol akibat tertimpa pohon roboh yang mengakibatkan akses terputus total.
"Jadi untuk membuka akses, kami dengan swadaya dan gotong royong membuat jembatan dari bambu agar aktivitas masyarakat kembali terbuka. Kami sadar jembatan ini memiliki resiko yang membahayakan, namun ini jadi jalan satu-satunya agar akses masyarakat khususnya untuk pertanian kembali terbuka, " katanya.
“Sebagai warga tentu kami sangat bersyukur jika jembatan sementara ini mendapat perhatian dan dibangun menjadi jembatan yang layak dan aman bagi kami,” katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































