TNI AD Beli Helikopter Mi-35M dari Rusia, Antarlogistik ke Papua hingga Bantuan Kemanusiaan

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan alasan TNI AD membeli helikopter Mi-35M dari Rusia. Menurut Maruli kehadiran helikopter ini mengakhiri ketergantungan TNI AD yang selama puluhan tahun menyewa helikopter dari pihak luar negeri.
"Helikopter Mi-35M adalah heli yang bisa membawa beban. Kalau dulu dibilangnya Kamov untuk di Papua. Jadi selama ini kita hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun ya," kata Maruli kepada wartawan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9).
Baca Juga: Dua Penerbang Muda TNI AU Sukses Terbang Solo dengan Super Tucano
Maruli menjelaskan fungsi operasional Helikopter ini nantinya ditujukan untuk mendukung pergerakan personel, pasokan logistik, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di daerah terisolir, contohnya di Pegunungan Papua yang memiliki ketinggian di atas 2.000 mdpl.
"Sekarang kita punya heli yang bisa mengangkat beban secara spek bisa sampai 5 ton. Tapi kalau ketinggian, mungkin kita amannya 3 ton. Sehingga ini juga bisa sekalian mendukung personel kita, juga bisa membantu masyarakat. Selama ini masyarakat di pegunungan di Papua ini bantuan-bantuannya sulit, ya. Karena keterbatasan penerbangan. Nanti ke depan ini, operasional bulan 10 untuk membantu masyarakat," kata Maruli.
Baca Juga: Pesan Danpuspom TNI ke Personel Wallakir HUT ke-81 TNI: Tidak Perlu Arogan ke Masyarakat
Untuk diketahui, seperti dilansir dari Defence Security Asia, TNI AD baru saja kedatangan dua helikopter serang Mi-35M buatan Rusia. Helikopter ini masuk ke dalam jajaran penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad).
Keberadaan dua Helikopter Mi-35M itu terungkap ke publik pada awal September 2026 melalui foto yang beredar di media sosial.
Kedua helikopter tersebut nantinya akan bergabung dengan lima Mi-35P yang telah menjadi bagian dari kemampuan helikopter serang Indonesia sejak 2003.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































