HANKAM

TNI AD Bekali Prajurit Kemampuan Anti-Drone di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad
Personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad menerima pembekalan anti-drone. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – TNI AD membekali prajurit kemampuan anti-drone untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia. Hal ini dipastikan saat Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad menerima pembekalan tim pemateri dari Yonkomlek Puskomlekad di Entikong, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Dilansir dari keterangan Penkostrad, Kamis (21/5), para pemateri memberikan penjelasan terkait ancaman penggunaan drone di wilayah perbatasan, teknik deteksi, hingga langkah penanggulangan yang dapat diterapkan oleh personel di lapangan.

Baca Juga: Kisah Kopral Muslim, Prajurit TNI AD yang Dapat Rumah karena Cacat saat Bertugas

Total ada 24 personel Satgas mengikuti kegiatan tersebut. Selain materi teori, para prajurit juga mendapatkan simulasi serta studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi nyata di wilayah perbatasan RI–Malaysia.

Personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad
(Foto: Dok. Penkostrad)

Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad, Letkol Arh Andy Qomarudin mengatakan kegiatan pembekalan ini terus digenjot tidak hanya di Entikong, tetapi juga digelar di wilayah Pantai Temajuk guna meningkatkan kemampuan personel Satgas di sektor pesisir yang memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas pengamanan wilayah.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama, TNI AD dan Singapura Bahas Teknologi SAFTI City

Personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad
(Foto: Dok. Penkostrad)

Ia memastikan bahwa pembekalan ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan personel terhadap perkembangan teknologi, khususnya potensi penyalahgunaan drone untuk kegiatan ilegal di wilayah perbatasan.

“Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh personel memiliki kemampuan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi serta menghadapi potensi ancaman di daerah operasi,” ujarnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.