TNI AD Bantah Prajurit Terlibat Kasus Pembobolan Rumah di Cianjur

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam 0608/Cianjur membantah prajurit TNI terlibat pembobolan rumah di Perumahan Pataruman Regency, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.
Dalam keterangan persnya, Kasdim 0608/Cianjur Mayor Cba Ujang Rohmat mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran dan terungkap bahwa dua terduga pelaku bukan anggota TNI.
Baca Juga: Pangdam Jaya Resmi Dijabat Jenderal Bintang Tiga, Kasdam dan Asistennya Naik Satu Pangkat
"Mereka adalah warga sipil dan oknum komponen cadangan (Komcad) dan dalam video terlihat membawa senjata api (senpi) ternyata hanya senjata mainan," kata Ujang dikutip dari Penkodim 0608/Cianjur, Jumat (27/3).
Lebih lanjut Ujang memastikan pihaknya telah mengetahui identitas pelaku dan memastikan tidak ada keterlibatan institusi TNI dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: TNI AD Proses Hukum Prajurit yang Lakukan Transaksi Narkoba
"Kini pelaku sudah diserahkan ke kepolisian untuk tindakan lebih lanjut," kata Ujang.
Ia pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai aparat tanpa identitas resmi.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































