TNI AD Bangun Mess 48 Kamar Khusus Bintara dan Tamtama Pengemudi

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan Ground Breaking pembangunan mess (rumah) Bintara dan Tamtama yang diperuntukkan bagi para pengemudi satuan di lingkungan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), di Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2024).
Menurut KSAD pembangunan ini demi menyejahterakan anggotanya, khususnya yang berdinas sebagai pengemudi dan berharap pembangunannya dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai dengan perencanaan.
Baca Juga: Ratusan Prasis Semata PK TNI AU A-87 Berlatih Cara Bertahan Hidup dalam Latihan Berganda
“Dengan adanya fasilitas mess ini, diharapkan para pengemudi kita (Mabesad) dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih baik dan lebih nyaman lagi. Karena sekarang ada tempat untuk mereka beristirahat dengan nyaman,” kata KSAD seperti dikutip dari keterangan Dispenad, Rabu, (3/7).
Pembangunan mess ini merupakan hasil swadaya dari KSAD. Pada kesempatan tersebut, KSAD juga menerima pemaparan rencana pembangunan serta meninjau langsung lokasi pembangunan mess.
Baca Juga: Ratusan Prajurit Koarmada II Latihan Penyelamatan Kondisi Darurat di Kapal Perang
Mess tersebut nantinya direncanakan terdiri dari tiga lantai, dengan luas bangunan 954 M2 dan jumlah kamar mencapai 48 kamar. Bangunan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas lobby di tiap lantai, serta coffee shop, kantin dan toilet umum yang berada di luar areal gedung. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































