TNI AD Bangun Jembatan di Nagekeo NTT, Hubungkan Dua Wilayah dan Tumbuhkan Harapan Masyarakat

Jakarta, IDM – TNI AD dari Batalyon Zeni Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka (YKR) membangun jembatan dengan berat 70 ton.
Dilansir dari keterangan Penpusziad, Kamis (23/10), pembangunan ini sebagai upaya memulihkan akses transportasi yang terputus akibat bencana alam beberapa waktu lalu di Kabupaten Nagekeo, NTT.
Baca Juga: Pangdam XVII/Cenderawasih Perkuat Soliditas dan Ketahanan Satuan di Korem 173/PVB
Komandan Yonzipur 18/YKR Letkol Czi Zaenal Abidin menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan dan pengabdian TNI kepada rakyat.
"Kami hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Melalui kemampuan Zeni TNI AD, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat agar roda perekonomian dapat kembali bergerak,” ujar Zaenal.
Baca Juga: KRI John Lie-358 dan Kapal Perang India Unjuk Taktik Tempur di Samudra Hindia
Dengan semangat Yudha Karya Raksasa, para prajurit bekerja siang dan malam di bawah terik matahari maupun hujan, menunjukkan dedikasi dan profesionalisme tinggi. Hasil kerja keras itu kini membuahkan hasil, jembatan baru yang tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan dan semangat masyarakat Nagekeo.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen TNI Angkatan Darat untuk terus hadir di tengah rakyat, sebagaimana ditekankan dalam perintah harian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bahwa TNI AD harus selalu menjadi solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































