TNI AD Apresiasi Laporan LBH Medan Soal Kematian Wartawan, Terima Kasih Bantu Penyelidikan

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi merespons laporan keluarga korban bersama LBH Medan ke Puspomad TNI AD terkait kematian wartawan Rico Sempurna Pasaribu yang diduga ada keterlibatan oknum prajurit TNI AD.
Menurutnya laporan ini sangat membantu TNI AD dalam melakukan penyelidikan dan mengecek kebenaran informasi yang ada. Namun ia tetap mengingatkan untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah sehingga jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.
Baca Juga: Benarkah Oknum TNI Terlibat Kematian Wartawan di Karo? Ini Kata LBH Medan
"TNI AD akan menindaklanjuti setiap informasi dan indikasi yang ada, bahkan kami berterima kasih apabila ada informasi, bukti bukti dari masyarakat yang mengetahui dugaan keterlibatan anggota TNI," katanya kepada wartawan, Jumat, (12/7).
Ia mengatakan saat ini TNI AD, dalam hal ini Puspomad akan menindak lanjuti laporan tersebut dan berkordinasi dengan Pomdam I/BB karena lokasi kasus kejadian ada di wilayah Kodam I/BB.
"Tadi Puspomad juga sudah menyampaikan kepada pelapor bahwa di wilayah Kodam I/BB sudah ada posko pengaduan tentang kasus tersebut dan saat yang bersangkutan melapor ke posko pengaduan diminta untuk membawa surat pengaduan di Puspomad sebagai bukti bahwa kasus ini sudah diketahui satuan atas," kata Kristomei.
Ia memastikan ke depan apabila memang terbukti bersalah atau melanggar hukum, TNI AD akan tetap memproses hukum anggotanya.
"Yang terbukti melanggar hukum kita proses sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata Kristomei. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































