TNI AD Akan Tingkatkan Status 5 Korem Jadi Kodam, Ini Daftarnya

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan tahun 2025 ini pihaknya menargetkan untuk meningkatkan status lima Komando Resort Militer (Korem) menjadi Komando Daerah Militer (Kodam).
"Sementara konsepnya demikian. Ada lima. Jadi ada lima peningkatan status kodam. Untuk menjadi kodam baru. Dan prosesnya sekarang berjalan. Berjalan-jalan, dan itu menjadi salah satu prioritas dari KSAD untuk diwujudkan," kata Wahyu ditemui di Mabesad, Jakarta, Rabu, (5/2).
Baca Juga: Koopsudnas Gelar Raker 2025, Rencanakan Langkah Strategis untuk Optimalisasi Tugas
Ia menjabarkan lima Korem yang dimaksud adalah satu ada di Papua Selatan, ada di Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Riau dengan Kepri, dan Lampung dengan Bengkulu.
"Tujuan dari Kodam baru itu, selain juga berkaitan dengan gelar kekuatan kita, untuk sistem pertahanan dan keamanan, juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan," kata Wahyu.
Baca Juga: Bakamla Evakuasi Kapal Kandas di Perairan Banten
Ia pun memastikan dengan peningkatan status ini, jumlah personel pun akan ditambah. "Iya. Tentu akan ada. Tentu akan ada penambahan personil," tutup Wahyu. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































