TNI AD akan Evaluasi Pola Pengamanan Warga Sipil di Papua

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan akan melakukan evaluasi pola pengamanan warga sipil di Papua. Hal ini dikatakannya menanggapi insiden penembakan delapan ASN dari Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu.
"Pasti kita terus evaluasi, memang kejadian ini sudah berulang sebetulnya, menjadikan sipil jadi korban. Ini yang terus kita evaluasi," kata Maruli di Jakarta Selatan, Jumat (11/9).
Ia menjelaskan walaupun ranah ini adalah dominan kewenangannya Mabes TNI, namun TNI AD tetap berpartipasi untuk evaluasi, lantaran mempunyai pasukan Kodim, Korem, maupun Kodam yang berada di lapangan.
Baca Juga: Bantu Penanganan Karhutla Kalimantan, Chinook Militer Jepang Ditempatkan di Lanud Supadio
"Pasukan sudah mulai kita ditempatkan di tempat-tempat yang bisa diantisipasi. Ini memang dominan kewenangannya Mabes TNI, namun kami juga ikut karena kami juga punya pasukan Kodim, Korem, maupun Kodam yang bisa mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi untuk pengamanan," kata Maruli.
Tepis Narasi Intel Militer
Lebih lanjut Maruli menepis narasi dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) soal ASN yang ditembak adalah intel militer. Maruli menyebut ini adalah alasan yang selalu berulang digunakan sebagai tameng penembakan.
"Itu alasan yang selalu mereka gunakan sebagai intel tentara. Mereka juga selalu mencari alasan isu, termasuk pelanggaran HAM. Narasi berulang-ulang seperti itu," kata Maruli.
Baca Juga: KSAD Maruli: Selain Jepang, Cina Juga akan Bantu Tangani Karhutla
Ia pun mempersilakan untuk dicek kebenarannya, apakah mereka intelijen atau ASN. "Jadi ya silakan dicek saja secara umum. Apakah betul orang-orang ini intelijen. Mereka pekerja-pekerja (dinas) pertanian. Ada umur 24 tahun, baru mulai kerja di sana ya," tegas Maruli.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ditembaki Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka ditembaki saat mendistribusikan bantuan pangan beras kepada warga di Kampung Muliama, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang menjadi korban tembakan, sementara lima pegawai lainnya berhasil menyelamatkan diri ke Puskesmas Muliama.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































