TNI AD akan Bangun Huntara Seluas 2,7 Hektare untuk Pengungsi Sumatra

Jakarta, IDM – TNI AD akan membangun Hunian Sementara (Huntara) di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Huntara ini sebagai lokasi relokasi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Kamis (1/1), Huntara tersebut direncanakan dapat menampung sebanyak 257 kepala keluarga (KK) yang terdampak dan membutuhkan tempat tinggal sementara.
Baca Juga: TNI AD Sudah Kirim 29.000 Personel ke Sumatra
Lahan Huntara seluas 2,7 hektare berada di Desa Batu Hula dan merupakan lahan milik masyarakat atas nama Soltan Simangunsong yang dikuasakan kepada Safri Simamora. Hingga saat ini, progres pembukaan dan perataan lahan telah mencapai sekitar 65 persen atau kurang lebih 2 hektare dan terus dikebut agar segera siap digunakan.
Pekerjaan perataan lahan dilaksanakan oleh Kementerian ESDM bekerja sama dengan PT AR. Untuk mempercepat pengerjaan, dikerahkan enam unit alat berat yang terdiri dari ekskavator berbagai tipe, dozer, dan bomag, serta didukung dua unit lighting plant guna menunjang pekerjaan pada malam hari.
Baca Juga: Dua Kapal Klinik Terapung Resmi Beroperasi, TNI AL Jangkau Pulau Terluar Sulawesi Selatan
Pada tahap awal, di lokasi Huntara akan didirikan 50 unit tenda pengungsi berukuran 4 x 5 meter. Secara keseluruhan, Huntara direncanakan menggunakan 257 unit tenda dengan variasi ukuran 4 x 4 meter, 4 x 5 meter, dan 4 x 6 meter, dengan tiga unit tenda contoh telah didirikan sebagai model. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































