HANKAM

TMMD Lanud Supadio, Danlanud Tinjau Pengerjaan Akses Wisata Paralayang Bukit Raya Sambora

Marsma TNI Sidik Setiyono
Komandan Lanud Supadio meninjau progres pembangunan akses jalan menuju destinasi wisata Paralayang Bukit Raya Sambora, Mempawah, Kalimantan Barat. (Foto: Dok. Instagram @lanud_supadio)

Jakarta, IDM – Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono melakukan kunjungan kerja (kunker) sekaligus meninjau progres pembangunan jalan akses menuju destinasi wisata Paralayang Bukit Raya Sambora, Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (28/12).

Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) perdana yang dilakukan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU), melalui Lanud Supadio, di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

Baca Juga: KSAD Ungkap Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatra

TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat sinergisitas TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun desa serta ketahanan wilayah.

“Pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi paralayang ini memiliki nilai strategis untuk membuka konektivitas menuju salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Mempawah,” ungkap Marsma TNI Sidik dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Senin (29/12).

Pembangunan akses jalan
Pembangunan akses jalan menuju destinasi wisata Paralayang Bukit Raya Sambora, Mempawah, Kalimantan Barat yang menjadi bagian dari program TMMD TNI AU melalui Lanud Supadio. (Foto: Dok. Instagram @lanud_supadio)

Ia menjelaskan, kondisi jalan yang terbatas selama ini kerap menjadi kendala, terutama saat cuaca kurang bersahabat. Lanud Supadio melalui TMMD berharap dapat membawa solusi nyata agar akses menjadi lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.

Selain itu, melalui program yang sama, Lanud Supadio menegaskan bahwa TNI AU tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan udara, tetapi juga berperan sebagai penggerak pembangunan, perekat persatuan, dan mitra strategis masyarakat.

Baca Juga: Soal Isu Aceh, KSAL Minta Prajurit TNI AL tak Mudah Terprovokasi

“Jalan yang dibangun bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan jalan harapan yang menghubungkan potensi daerah dengan masa depan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mempawah,” tutur Danlanud Supadio.

Dalam kesempatan yang sama, Marsma TNI Sidik juga berkesempatan untuk memberi bantuan sembako kepada masyarakat. Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian TNI AU sekaligus memperkuat ikatan emosional antara prajurit dan warga Desa Sambora. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.