TMMD ke-123 di Dusun Binuang Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta, IDM – Komandan Satgas TMMD ke-123 Letkol Kav S Simanjuntak meninjau pembangunan jalan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa di Dusun Binuang, Kabupaten Buru, Selasa (25/2).
Dansatgas berharap, anggota Satgas TMMD yang selama ini telah bekerja keras dapat terus meningkatkan kinerjanya sehingga mempercepat pembangunan di daerah guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Satgas MTF TNI UNIFIL Raih Nilai Sempurna pada Evaluasi Perdana
Sebelumnya, TMMD juga dilakukan di Desa Binuang dengan membuat sumur bor yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Pembangunan sumur bor akan membantu warga khususnya tempat ibadah yang selama ini kekurangan air bersih.
Salah seorang Satgas TMMD, Sertu Muhdar mengatakan bahwa pengerjaan sumur bor merupakan salah satu target fisik dalam program TMMD ke-123.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia
“Tim Satgas TMMD terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi masyarakat, salah satunya dengan pembangunan sumur bor,” ucapnya.
Untuk itu, Dansatgas TMMD berharap agar seluruh kegiatan dapat bermanfaat bagi warga Desa Binuang. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































