Tinjau Yonif TP 333 Macan Cisanti, Menhan Sjafrie Ingatkan Tentara Nasional Indonesia Lahir dari Rakyat

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke Yonif Teritorial Pembangunan di wilayah Jawa Barat.
Didampingi Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, dan Kabaloghan Kementerian Pertahanan, Sjafrie meninjau Yonif TP 333/Macan Cisanti di Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/9).
Kepada seluruh prajurit Yonif TP, Sjafrie berpesan soal jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, lahir dari rakyat, dan harus memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia.
Baca Juga: TNI AU Bahas Operasi dan Pemeliharaan A400M dengan Angkatan Udara Prancis
“Kamu sebagai prajurit rakyat, kamu lahir karena rakyat, dan kamu harus berbakti untuk rakyat,” pesan Sjafrie.
Ia mengingatkan, prajurit TNI jangan pernah sekali-kali menyakiti hati masyarakat Indonesia. Untuk itu, kehadiran prajurit TNI di tengah rakyat haruslah dapat dirasakan keberadaannya.
“Jangan sekali-sekali menyakiti rakyat, karena dari ujung kaki sampai ujung kepalamu itu adalah berasal dari rakyat. Yang diinginkan oleh rakyat kamu berada di sini adalah dia merasa aman dan nyaman,” pesan Sjafrie.
Baca Juga: Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, TNI AD Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu di Perbatasan
Selain itu, kata Menhan, para prajurit Yonif TP harus terus berlatih agar kualifikasi tempur utama tetap terjaga serta siap untuk ditugaskan di mana pun.
“Kamu sebagai anggota Batalion Infanteri harus selalu berlatih. Berlatih menembak, bela diri, patroli. Dan ingat, kamu sebagai prajurit TNI harus siap bertugas di seluruh wilayah nasional Indonesia,” tegas Sjafrie.
Selain terus berlatih, setiap Yonif TP juga disiapkan dengan keterampilan teknis dan fasilitas untuk menopang kemandirian pangkalan serta mendukung ketahanan pangan wilayah.
Baca Juga: Jenderal Agus Subiyanto: KRI Sriwijaya Perkuat Peran TNI AL
Sjafrie mengatakan, setiap Yonif TP telah disiapkan peralatan, dibekali dengan keterampilan, serta lahan-lahan pertahanan pertanian dan peternakan.
“Supaya kamu tahu bahwa Batalion Teritorial Pembangunan itu ada di semua kabupaten di seluruh Indonesia. Kamu sudah dipersiapkan alat peralatan, keterampilan supaya kamu bisa mandiri, berdiri sendiri apabila kita dalam keadaan darurat,” kata Sjafrie.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































