HANKAM

Tinjau Satgas di Perbatasan RI-Malaysia, Wapang Maruli Cek Senjata Prajurit hingga Masuk ke Hutan

Maruli Simanjuntak
Wakil Panglima TNI Jenderal Maruli Simanjuntak meninjau Satgas Pamtas dan Pos Pamtas Krayan Lembudud di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Wakil Panglima TNI Jenderal Maruli Simanjuntak meninjau Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dan Pos Pamtas Krayan Lembudud di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (23/10).

Wapang Maruli yang juga merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), turut meninjau jalan perbatasan Indonesia-Malaysia di lokasi tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Maruli melihat langsung kondisi pengamanan perbatasan dan infrastruktur pendukung untuk mengidentifikasi berbagai tantangan serta kebutuhan pembangunan di wilayah terdepan Indonesia.

Baca Juga: Dua Kapal Perang TNI AL Latihan Komunikasi Isyarat Bendera hingga Manuver di Laut Jawa

Wapang TNI juga meninjau Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI di Nunukan untuk melihat kondisi fasilitas dan sarana pendukung latihan.

Maruli menemui Satgas Pamtas RI-MLY Kaltara-Kaltim Sektor Barat Batalion Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 7/Agni Bala Cakti dan mengecek senjata yang digunakan para prajurit di lokasi. Mantan Panglima Kostrad dan Kepala Staf TNI AD (KSAD) itu juga menyempatkan masuk ke hutan.

Satgas Pamtas RI-MLY
Maruli menemui Satgas Pamtas RI-MLY Kaltara-Kaltim Sektor Barat Batalion Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 7/Agni Bala Cakti dan meninjau pusat latihan tempur. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Setelah peninjauan, Maruli menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan BNPPDT dalam menjalankan tugas di kawasan perbatasan.

Baca Juga: Kasus BBM Ilegal, TNI AL dan Kementerian ESDM Tahan Kapal SPOB Nurfaiza 03 di Semarang

“Tanggung jawab saya sebagai Kepala Badan BNPPDT dan juga sebagai Wakil Panglima TNI. Memang setelah saya turun ke lapangan, sangatlah perlu kebersamaan dalam menjalankan tugas antara TNI dengan badan perbatasan dan daerah terpencil ini,” kata Maruli kepada awak media.

Siaran pers Pusat Penerangan TNI menulis, peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan fasilitas dalam mendukung pembinaan kemampuan prajurit dan kesiapan TNI menghadapi tantangan tugas di wilayah perbatasan.

Melalui sinergi TNI dan BNPPDT, diharapkan pengawasan perbatasan semakin optimal, akses transportasi membaik, serta mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat meningkat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.