HANKAM

Tinjau Pembangunan Yonif TP 823/Raja Wakaaka, Menhan Sjafrie: Perkuat Pertahanan dan Kedekatan TNI dengan Rakyat

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan arahan kepada prajurit Yonif TP 823 di Baubau, Sulawesi Tenggara. (Foto: Dok. Tim Media Menhan SS)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (4/11), untuk meninjau langsung progres pembangunan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823/Raja Wakaaka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Pertahanan (Kemhan RI) dalam memperkuat pertahanan nasional dan meningkatkan kesiapan operasional TNI di kawasan timur Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Menhan Sjafrie memeriksa secara detail pengerjaan berbagai fasilitas militer, termasuk kantor batalion, asrama prajurit, lapangan latihan, serta sarana pendukung lainnya.

Baca Juga: TNI AD Pastikan Sidang Kasus Prada Lucky Transparan, Minta Media Selektif Pemberitaan

Ia menegaskan bahwa pembangunan harus memenuhi standar keamanan dan kelayakan, serta diselesaikan tepat waktu agar satuan dapat segera beroperasi.

“Kita ingin Yonif TP 823/Raja Wakaaka siap mendukung tugas pertahanan wilayah dan peran strategis di Sulawesi Tenggara,” ujar Sjafrie.

Kota Baubau dipilih sebagai lokasi pembangunan karena posisinya yang strategis, dekat dengan jalur transportasi laut nasional dan perbatasan laut Indonesia. Batalion ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga akan menjalankan tugas-tugas teritorial dan kemanusiaan di wilayah sekitarnya.

Baca Juga: MOT 2025, KSAU Tinjau Tahap Large Force Employment di Lanud Iswahjudi

Dalam arahannya kepada prajurit, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia juga mengingatkan agar prajurit menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

“TNI tanpa rakyat, kita tidak ada apa-apanya. Karena itu, berbaktilah kepada rakyat dan bantu kesulitan-kesulitan rakyat di sekelilingmu,” tegasnya.

Saat diwawancarai awak media di lokasi sementara Batalion 823/Raja Wakaaka di Gedung Pancasila, Baubau, Sjafrie kembali menegaskan pesan moral kepada seluruh prajurit.

“Saya juga berpesan pada seluruh prajurit, tidak boleh menyakiti hati rakyat,” ujarnya.

Baca Juga: Pelda Chrestian Diduga Langgar Disiplin Terkait Kematian Anaknya Prada Lucky

Menhan Sjafrie memberikan arahan teknis terkait pengawasan kualitas pembangunan serta pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan.

Sementara itu, Komandan Yonif TP 823/Raja Wakaaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, melaporkan bahwa pembangunan pangkalan tahap pertama telah mencapai 70% per 31 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun.

Fasilitas yang dibangun meliputi kantor, barak bujangan, perumahan, dan infrastruktur pendukung lainnya. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.