Tinjau Lokasi Satrad Baru TNI AU, Wakasau: Wilayah Udara Indonesia Harus Diawasi

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI A. Gustaf Brugman meninjau rencana lokasi pembangunan Satuan Radar (Satrad) TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Desa Kahale, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, Selasa (28/2).
Wakasau menyebut jika terdapat 25 pengadaan Satrad yang baru di tubuh TNI AU, salah satunya memang berlokasi di NTT. “Saya bersama tim survei memastikan aset, mudah-mudahan ada spill effect kepada masyarakat. Di udara ini perlu untuk diawasi, untuk mengisi kekosongan,” tambahnya.
Dilanjutkan Gustaf, Bupati NTT menginginkan agar pariwisata daerah tersebut dapat berkembang di masa depan. Untuk mencapai hal tersebut, ia mengungkapkan dibutuhkan kontrol udara yang bagus sebagai salah satu faktor pendukungnya.

“Bagaimana penerbangan sipil mau kesini kalau lalu lintas udaranya tidak tertata dengan bagus, walaupun fungsinya sebagai pertahanan udara”, jelas Gustaf seperti dikutip dari laman resmi TNI AU, Rabu (1/3).
Sebelum bertandang menuju kawasan rencana lokasi pembangunan Satrad TNI AU, Wakasau terlebih dahulu melaksanakan dialog dengan para kepala Pos TNI AU jajaran Lanud El Tari melalui sambungan daring, video conference.
Baca Juga: Danjen Kopassus Rombak 5 Jabatan Penting di Kopassus
Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Wakasau juga berkesempatan untuk bertemu dengan masyarakat NTT dan memberikan tali asih berupa sembako yang merupakan bantuan dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Tali kasih tersebut turut diberikan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting di wilayah NTT. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































