Tinjau Konflik Antar-nelayan, Danlanal Bintan Patroli ke Pulau Tunjuk

Jakarta, IDM - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bintan Kolonel Laut (P) Farid Maruf, melaksanakan patroli sekaligus melakukan kunjungan ke Pulau Tunjuk, Batam, Jumat (13/1).
Kedatangan Farid bertujuan menindaklanjuti laporan masyarakat Pulau Tunjuk dan Subang Mas, terkait kerap terjadinya gesekan dengan masyarakat dari Pulau Monggak dalam pencarian dan penangkapan ikan di Perairan Pulau Subang Mas.
Berdasarkan keterangan masyarakat, Senin (9/1), sekitar pukul 17.0 WIB, masyarakat Pulau Subang Mas dan Tunjuk turun ke laut untuk mendekati kapal pukat wilis milik masyarakat Pulau Monggak dan mengusir kapal itu karena akan mengganggu habitan jaring dan bubu di sekitar pantai.
Namun, peringatan dari masyarakat Pulau Subang Mas dan Pulau Tunjuk terkait cara penangkapan ikan dan wilayah tangkap ikan yang tidak baik itu, tidak diterima oleh nelayan kapal pukat wilis milik masyarakat Pulau Monggak dan malah melakukan perlawanan.
Farid mengapresiasi laporan-laporan terkait masalah sengketa dengan masyarakat nelayan lainnya. Ia mengatakan, TNI AL akan menegakkan hukum dan keamanan di laut bagi pelanggar hukum positif.
"Pelanggaran menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan merusak habitat di laut, juga menindak setiap kegiatan ilegal di laut sesuai arahan penekanan Presiden dan KSAL," kata Farid dikutip dari laman resmi TNI AL.
Baca: KSAL Minta Seskoal Terus Berbenah, Lahirkan Pemimpin Berwawasan Luas
Faris mengungkapkan, TNI AL melalui Paspotmar Lanal Bintan akan terus berusaha mengapreasi dan menerima laporan masyarakat, khususnya nelayan dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sehingga tidak menimbulkan gejolak lebih besar. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































