Tinjau Kesiapan CMAC, Wakasau Tegaskan Komitmen TNI AU Jaga Ruang Udara Nasional

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menegaskan komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menjaga ruang udara nasional melalui peningkatan profesionalisme, kesiapan operasional, dan penguatan sinergi dengan mitra internasional.
Hal itu terungkap saat Wakasau meninjau langsung kesiapan Civil Military Cooperation in Air Traffic Management (CMAC) di Singapore Air Traffic Control Centre (SATCC), Kamis (21/8).
Baca Juga: TNI dan US Army Buka Latma Ksatria Warrior 2025 di Puslatpur Baturaja
"CMAC merupakan bentuk kerja sama bilateral antara Indonesia dan Singapura yang lahir dari kesepakatan penyesuaian Flight Information Region (FIR)," tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran pers, dikutip Jumat (22/8).

Melalui inisiatif ini, kedua negara berkomitmen meningkatkan keterbukaan jalur komunikasi, memperkuat keselamatan penerbangan, serta menjaga kepentingan strategis dan kedaulatan udara masing-masing.
Baca Juga: Validasi Organisasi Marinir, Pangkormar Resmikan Brigjen Nadir sebagai Kepala Staf Kormar
Lebih lanjut Tedi menekankan bahwa keandalan komunikasi dan koordinasi antarlembaga merupakan faktor krusial dalam menjamin kelancaran serta keamanan penerbangan, khususnya di ruang udara dengan intensitas lalu lintas tinggi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































