Tingkatkan Kerja Sama, Pangdam Kasuari Audiensi dengan Kajati Papua Barat

Manokwari, IDM - Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, melaksanakan audiensi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, Wilhelmus Lingitubun, di ruang kerjanya, Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Rabu (16/2/2022).
Dalam kesempatan ini, Pangdam mengapresiasi kinerja yang sudah lama terbangun dengan pimpinan Kodam XVIII/Kasuari sebelumnya hingga saat ini, diharapkan kedepannya akan terus dipertahankan.
“Kunjungan ini untuk bersilaturahmi, kemudian dengan situasi dan kondisi saat ini di Papua Barat, dari sisi tugas Kejati ada yang mungkin perlu disampaikan ke kami terkait dengan arahan dan masukkan karena bagaimanapun juga pasti ada hal-hal yang perlu di tegakkan dalam sisi hukum,” ucapnya.
Pangdam mengatakan akan terus meningkatkan kerjasama kedua belah pihak demi terciptanya kemanan di Papua Barat dan kemajuan wilayah tersebut. Sementara itu, Kajati Papua Barat saat menanggapi Pangdam, menyampaikan terimakasih Pangdam XVIII/Kasuari sudah datang bertemu sekaligus bersilaturahmi.
“Terkait dengan kasus di Maybrat beberapa waktu lalu, kita akan selalu berkoordinasi dan sudah mengambil langkah-langkah hukum dalam menangani kasus tersebut,” ungkapnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































