Tingkatkan Kemampuan Tempur Modern, Kostrad Bekali Prajurit Keterampilan Drone

Jakarta, IDM – Upaya peningkatan kompetensi para prajurit TNI AS di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi terus dilakukan.
Hal tersebut tercermin melalui Kostrad yang menyelesaikan penataran drone satuan jajaran Kostrad di Menlatpur Kostrad, Karawang, Jawa Barat, Selasa (13/10).
“Penataran drone merupakan bagian dari transformasi kemampuan tempur Kostrad dalam menghadapi peperangan modern,” kata Danmenlatpur Kostrad yang membacakan pesan Panglima Kostrad, Letjen TNI Mohammad Fadjar.
Saat ini, kecakapan dalam menguasai pesawat nirawak tersebut menjadi signifikan mengingat perannya yang bisa melakukan pengintaian, pengawasan wilayah, akuisisi sasaran, serta efektif.
Baca Juga: Rampungkan Pendidikan Komando A-50, 436 Prajurit Resmi Bergabung dengan Korpasgat
“Untuk itu, prajurit dituntut terus meningkatkan keterampilan, disiplin, kreativitas, dan inovasi dalam pemanfaatan teknologi tersebut,” pesan Pangkostrad.
Setelah penataran drone berhasil diselesaikan, Fadjar meminta seluruh prajurit untuk bisa mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di satuan masing-masing sekaligus menjadi penggerak pengembangan kemampuan drone dalam mendukung kesiapan operasional satuan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































