Tingkatkan kemampuan, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Malam

Jawa Timur (IDM) - Guna meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan serta profesionalisme para penerbang tempur, Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi melaksanakan latihan terbang malam, Senin (21/2).
Selama sepekan kedepan para penerbang tempur ini akan melaksanakan latihan terbang malam dengan area latihan di sekitar aerodrome Lanud Iswahjudi.
Pelaksanaan latihan terbang malam ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme personel, baik skill maupun kemampuan terbang (profesiensi) para penerbang termasuk kesiapan seluruh ground crew pesawat sehingga secara berjenjang dapat meningkatkan pengalaman dan keprofesionalitasnya dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada waktu siang hari maupun pada malam hari.
Danlanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati menekankan kepada seluruh personel yang terlibat dalam latihan ini untuk selalu mengedepankan faktor safety atau keselamatan terbang serta keamanan, sehingga seluruh rangkaian latihan dapat terlaksana dengan aman, lancar dan tak kurang suatu apapun hingga selesainya latihan. (nhn)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































