Tingkatkan Keamanan Penerbangan, Dispamsanau Luncurkan Aplikasi Digital Flight Security Clearance

Jakarta, IDM - Dinas Pengamanan dan Sandi TNI Angkatan Udara (Dispamsanau) meluncurkan aplikasi Digital Flight Security Clearance (FSC) di Ruang Antonov Persada, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/1).
TNI AU berharap, aplikasi ini akan memberi kontribusi positif dalam memajukan sektor penerbangan Indonesia, serta meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam layanan penerbangan.
Baca Juga: Perjuangan Satgas 411 Kostrad Tembus Hutan Belantara Papua untuk Bawa Bahan Bangunan Gereja
Selain itu, peluncuran aplikasi ini juga dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada mitra maskapai penerbangan sekaligus upaya modernisasi proses pengajuan izin penerbangan.
Kadispamsanau Marsma TNI Riva Yanto menjelaskan, terobosan ini akan terus dikembangan dan disempurnakan, baik dari sisi fitur pelayanan aplikasi, maupun sistem keamanannya. Tujuannya untuk efisiensi serta mempercepat proses permohonan FSC yang diajukan kepada TNI AU.
Baca Juga: Membedah Visi dan Konsep Pertahanan Prabowo Subianto dalam Buku “Politik Pertahanan”
“Kami berharap operator penerbangan lebih mudah dalam mengajukan permohonan perizinan terbang melalui aplikasi inovatif ini. Tidak secara manual lagi yang selama ini memakan waktu lama,” jelas Riva dikutip dari keterangan TNI AU.
Ia juga mengajak seluruh operator penerbangan untuk berkolaborasi dalam menjaga keamanan penerbangan di wilayah udara nasional. Keamanan dan keselamatan penerbangan, kata Kadispamsanau, menjadi fokus utama dalam upaya bersama menciptakan lingkungan penerbangan yang aman. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































