Tim Gabungan TNI Selamatkan 9 Korban Kapal Tenggelam di Ternate

Jakarta, IDM - Operasi SAR Gabungan TNI berhasil menyelamatkan 9 dari 10 korban tenggelamnya kapal motor LCT Bahana Putra di perairan Pulau Mayau, Batang Dua, Ternate.
“Dari 10 orang penumpang, 9 orang berhasil dievakuasi, 1 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 1 orang lagi hilang,” kata Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono, dikutip dari Puspen TNI, Selasa (27/6).
Baca Juga: Asops Panglima TNI Periksa Kesiapan Operasi Satgas Tombak Sakti
Julius menjelaskan kapal rute Manokwari - Bitung, Sulawesi Utara itu tenggelam di perairan Pulau Batang Dua pada Senin (19/6). Tim operasi gabungan kemudian melakukan pencarian.
Sepanjang pencarian, Julius mengatakan tim tersebut telah menyelamatkan sebagian besar penumpang dan menyatakan nahkoda atas nama Buchari Sahafin (66) meninggal dunia.
Baca Juga: Kapal Patroli Cepat Produksi Dalam Negeri Perkuat Bakamla RI
Selain itu, tim gabungan tersebut juga menyatakan penumpang atas nama Yokzafil Novsan (23) hilang. Sesuai aturan Basarnas, pencarian dihentikan pada hari ketujuh pencarian. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































