HANKAM

Tim Gabungan TNI Evakuasi 21 Masyarakat dari KST Papua di Kali Ei

Papua
Tim gabungan yang dipimpin Mayor HR berhasil evakuasi 21 masyarakat yang meloloskan diri dari KST Papua. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Tim gabungan yang dipimpin Mayor HR dari Satgas Yonif 7 Marinir dan Kodim 1715/YHK di bawah kendali Dansatgas Yonmar 7 berhasil mengevakuasi 21 masyarakat dari Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (18/10).

Dikutip dari keterangan Puspen TNI, Kamis (19/10), Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono, mengungkapkan 21 orang tersebut berhasil meloloskan diri pada kejadian pembantaian oleh KST Papua tiga hari lalu.

"Kondisi mereka pada umumnya masih trauma dengan kejadian tersebut, karena melihat beberapa rekannya tewas di tangan KST," ungkap Julius.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lanud SMH Beri Bantuan untuk Petani Binaan

"Warga masyarakat yang berhasil di evakuasi diserahkan oleh Tim Gabungan ke Kodim 1715/YHK untuk pengamanan dan tindakan pemulihan selanjutnya," imbuhnya.

Proses evakuasi tersebut merupakan tindak lanjut pascapembantaian tujuh masyarakat dan 11 lainnya terluka oleh KST, pada Senin (16/10). Tim gabungan melakukan pengejaran dan penyisiran situasi dan kondisi di wilayah Kali Ei.

"Tim Gabungan bergerak menuju Kali Ei dan Kali Kuk untuk memastikan keberadaan masyarakat yang menyelamatkan diri dari pembantaian KST tersebut," kata Julius.

Dari laporan di lapangan, Julius menyampaikan tim gabungan berhasil memantau pergerakan KST, terpantau sekitar 20 anggota KST Papua dengan membawa lima pucuk senjata, dua senjata organik jenis sniper dan SS1 serta tiga pucuk senjata rakitan.

Baca Juga: Komandan Lanudal Juanda Bikin Simulator Pesawat untuk Siswa Sekolah Penerbang TNI AL

"Mereka bergerak menjauh menuju ke arah ketinggian atau gunung," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah 30 anggota KST menyerang area penambangan emas illegal yang ada di Kali Ei, Kampung Mosom Duba, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tujuh warga yang merupakan pendulang emas tewas dan warga masyarakat lainnya berupaya menyelamatkan diri.

KST ini merupakan pimpinan Asbak Koranue, bagian dari kelompok Egianus Kogoya. Senjata mereka terdiri dari satu senapan SS1 V2, panah, dan parang. Selain membunuh, KST juga membakar tiga ekskavator, dua truk, dan kamp pendulangan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.