Tiga Pesawat Angkut TNI AU Mengudara ke Sumsel untuk Dukung Operasi Modifikasi Cuaca Karhutla

Jakarta, IDM – Tiga pesawat angkut TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengudara menuju Sumatra Selatan (Sumsel) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut, Sabtu (24/10).
Ketiga pesawat itu terdiri dari satu pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 32 dan dua pesawat CN-212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Dalam misi kali ini, tiga pesawat angkut TNI AU itu akan melakukan penyemaian bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) sebagai bagian dari misi operasi modifikasi cuaca (OMC). NaCl nantinya akan disemai pada awan yang memiliki potensi hujan guna mendukung peningkatkan curah hujan.
Baca Juga: Panglima TNI, Wapang TNI hingga Kapolri Diangkat jadi Warga Kehormatan Korpasgat, Terima Tiga Brevet
“Selain itu, pesawat juga akan melaksanakan penyemaian dry ice atau es kering di area terdampak asap sebagai bagian dari upaya penanganan dampak karhutla di wilayah Palembang dan sekitarnya,” jelas Kadispenau Marsma TNI Feri Yunaldi, dikutip dari siaran pers Dispenau, Senin (26/10).

Feri menegaskan, pengerahan tiga pesawat angkut tersebut merupakan wujud komitmen TNI AU dalam mendukung upaya pemerintah menangani karhutla di Sumatra Selatan.
Setibanya di Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang, ketiga pesawat beserta awak dan tim pendukung menjalani pemeriksaan kesiapan untuk memastikan seluruh unsur siap melaksanakan misi. Komandan Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, selaku Komandan Satuan Tugas Udara wilayah Sumatra Selatan, meninjau langsung kesiapan tersebut.
Baca Juga: TNI AD Gandeng Tujuh Marga di Merauke Gelar Ritual Adat Pembangunan Makodam Baru
Asep menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan terbang dan kerja serta memastikan seluruh unsur pendukung menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku. Kesiapan tersebut diperlukan agar pelaksanaan OMC dapat berlangsung aman dan lancar.
“Melalui Satgas Udara Lanud SMH, TNI AU terus memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna mendukung penanganan karhutla serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Asep.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































