Tiga Perwira TNI AU Selesaikan Pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang PTTA Angkatan ke-1

Jakarta, IDM – Sebanyak tiga perwira penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan Pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Angkatan ke-1 (A-1) usai menempuhnya selama kurang lebih empat bulan.
Penerangan Lanud Adisutjipto dalam keterangannya yang dikutip Kamis (19/12) menjelaskan, selama menjalani proses Pendidikan SIP PTTA Angkatan ke-1, para perwira tersebut harus mengikuti tahap bina kelas serta bina terbang. Dari ketiga perwira yang lulus, Mayor Pnb Galih Kusumayuda terpilih sebagai siswa terbaik.
Baca Juga: KSAD Maruli Jadi Juri Lomba Vokal Grup Anak-anak Papua
Pendidikan SIP PTTA secara resmi ditutup oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Setiawan yang mewakili Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Dankodikltaua) Marsdya TNI Arif Mustofa, bertempat di Wisma Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (18/12).

“Sekolah Instruktur Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) adalah sekolah pengembangan spesialisasi perwira penerbang PTTA, dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan perwira penerbang," kata Dankodiklatau dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Komandan Lanud Adisutjipto.
Mereka, lanjut Danlanud, telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi instruktur penerbang PTTA yang terampil, andal, serta memiliki perilaku yang dilandasi dengan jiwa Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, dan mampu menjadi instruktur penerbang yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis).
Baca Juga: KSAL Ingatkan KRI SIM-367 Selalu Latihan Siaga selama Pelayaran ke Lebanon
Kepada ketiga perwira penerbang lulusan SIP PTTA A-1, Marsdya TNI Arif Mustofa berharap mereka dapat memberikan ilmu, teknik, serta pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti proses pendidikan di sini untuk diimplementasikan saat mendidik dan membentuk calon penerbang PTTA.
“Ke depan, para perwira instruktur penerbang yang baru lulus ini tentu akan mendapat giliran yang sama untuk mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik atau instruktur,” pungkas Arif. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































