HANKAM

Tiga Kepala Staf Berkumpul di Markas Marinir, Ada Apa?

Kepala Staf TNI
Tiga Kepala Staf berkumpul di Markas Korp (Mako) Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (18/2). (IDM/Ricardo Ronald)

Jakarta, IDM – Tiga Kepala Staf berkumpul di Markas Korp (Mako) Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (18/2).

Mereka adalah KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Baca Juga: KSAU Tegaskan Komitmen TNI AU dalam Pembangunan Nasional, Termasuk Ketahanan Pangan dan MBG

Menurut Panglima Korp Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi kehadiran tiga Kepala Staf Angkatan ini untuk memberikan santunan terhadap 23 prajurit Marinir yang menjadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

"Ini pertama kalinya dalam sejarah, tiga Kepada Staf Angkatan berkumpul di Mako Marinir. Artinya kita tidak sendiri. TNI peduli, Pemerintah peduli. Ini semua memang sudah kehendak Tuhan, yang siapapun tidak bisa menolaknya. Sehebat apa pun pasukan itu, kalau Tuhan sudah menentukan," kata Endi.

Sementara itu, KSAD Maruli dalam paparannya mengatakan kehadirannya bersama Kepala Staf Angkatan Udara dan Kepala Staf Angkatan Laut hanya ingin menunjukkan bahwa TNI turut berduka.

"Dan kami ingin meyakinkan Ibu-ibu yang ditinggal suaminya, dan juga anak-anak yang ditinggalkan, bahwa suami Ibu, orang tua dari anak-anak, anak-anak daripada orang tua, mereka pergi tidak percuma. Mereka adalah kebanggaan bangsa yang sudah ingin mengabdi pada negara, dan harus memberikan yang paling luar biasa—nyawanya untuk negara. Jadi bukan pergi dengan percuma. Mereka pergi sebagai kusuma bangsa yang harus dibanggakan, patut dibanggakan," kata Maruli.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Kesiapan Pasukan Yon TP 888 Satria Sejati di Rembang

Ia berharap persaudaraan sebagai anggota TNI akan terus berlanjut dan bisa mengambil hikmah dari berbagai kejadian ini.

"Momentum-momentum ini akan memberikan hikmah pada kita semua supaya persaudaraan kita sebagai Tentara Nasional Indonesia kita akan tetap bersatu," tutup Maruli. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.