HANKAM

Tiga Kapal Rusia Berkunjung ke Jakarta, Ini Tujuannya

Wakil Komandan The Pacific Fleet’s Northeastern Forces Rear Admiral Evgeny Myasoedov
Wakil Komandan The Pacific Fleet’s Northeastern Forces Rear Admiral Evgeny Myasoedov (kiri) dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov di samping kapal perang RFS Marshal Shaposhnikov (543) di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kunjungan gugus tugas Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia (Russian Federation Navy/RFN) di Jakarta, bersifat damai dan bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Komandan The Pacific Fleet’s Northeastern Forces Rear Admiral Evgeny Myasoedov saat tur keliling (open ship) untuk media, di Pelabuhan Tanjung Priok, pada Jumat (2/10).

"Tujuan kunjungan satuan kapal Rusia hari ini bersifat damai, kunjungan kapal rusia tidak anti negara-negara mana pun," ujarnya.

Baca Juga: Dari Kemhan ke Wantimpres, Rekam Jejak Letjen Purn Ida Bagus Purwalaksana

Senada, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan bahwa misi kunjungan persahabatan selama 30 September hingga 4 Oktober 2026 ini juga bertujuan untuk mengembangkan kerja sama praktis antara kedua negara.

Menanggapi pertanyaan terkait meningkatnya kompetisi geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, ia menekankan bahwa Rusia aktif menjalin kemitraan bilateral maupun multilateral dan tidak ingin berpartisipasi dalam persaingan apa pun.

"Kami tidak ingin terlibat dalam kompetisi apa pun di sini. Kunjungan ini juga merupakan langkah dan upaya Federasi Rusia serta negara-negara sahabat kami untuk meningkatkan saling pengertian, mencegah terjadinya insiden di laut, dan menunjukkan kepada negara-negara lain bahwa kami tidak takut serta siap menjamin keamanan kami dengan kemampuan kami," imbuhnya.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Sebut Dualisme Kualifikasi Yonif TP Selaras dengan Sishankamrata dan Defensif Aktif

Adapun, gugus tugas Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia ini terdiri dari kapal perang RFS Marshal Shaposhnikov (543), kapal perusak Admiral Tributs (564) dan kapal tanker Pechenga. Gugus tugas ini berlayar selama 28 hari dari Kota Vladivostok hingga tiba di Jakarta.

Sebelum bertolak ke negara selanjutnya, Malaysia, TNI AL dan AL Rusia akan menggelar latihan bersama di laut, meliputi manuver penghormatan (passex) dan uji komunikasi radio (commex). Mereka juga akan menggelar pertandingan olahraga guna mempererat persahabatan antarpersonel.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.