Tiga Kapal Perang Pakistan Termasuk Kapal Selam Hangor Tiba di Jakarta, Ada Apa?

Jakarta, IDM – Tiga kapal perang Angkatan Laut Pakistan resmi bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/5). Kedatangan gugus tugas militer asing yang membawa serta kapal selam ini bertujuan untuk memperkuat diplomasi maritim sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan.
TNI AL melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III menyambut langsung kunjungan resmi tersebut. Komandan Kodaeral III Laksda TNI Uki Prasetia, yang diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Komandan Kodaeral III Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, memimpin prosesi penyambutan di dermaga yang juga dihadiri Wakil Duta Besar Pakistan Roshan Lal.

Dikawal KRI Wiratno-379 Sejak Masuk Teluk Jakarta
Sebelum merapat, pergerakan ketiga armada asing ini mendapat pengawalan ketat. KRI Wiratno-379, kapal perang jenis korvet milik Satuan Kapal Korvet (Satkor) Komando Armada (Koarmada) I, bertindak sebagai pemandu sepanjang pelayaran di Teluk Jakarta. Langkah pengawasan profesional ini bertujuan menjamin keselamatan navigasi serta kelancaran manuver unsur sahabat selama berada di laut Nusantara.
Intip Kekuatan Armada Tempur Pakistan
Rombongan Angkatan Laut Pakistan ini membawa kombinasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang tangguh. Gugus tugas tersebut mengandalkan PNS Taimur (F-262), sebuah kapal perang jenis fregat kelas Tughril buatan Cina yang memiliki kemampuan pertahanan udara canggih, antikapal permukaan, serta sistem penangkal ancaman kapal cepat bermuatan peledak. Kapal ini berlayar bersama PNS Aslat (F-254), fregat kelas F-22P Zulfiquar yang andal dalam operasi pengawalan karena mengusung rudal antipesawat dan landasan helikopter untuk operasi taktis di laut lepas.
Selain dua kapal permukaan tersebut, rombongan ini menyertakan PNS/M Hangor, kapal selam bertenaga diesel-elektrik generasi terbaru milik militer Pakistan. Alutsista bawah air ini mengusung teknologi senyap tingkat tinggi yang sangat sulit dideteksi radar lawan, serta dibekali senjata torpedo berat untuk menjalankan misi tempur bawah laut.

Agenda Padat dan Sesi Kunjungan untuk Umum
Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara, Komandan Skuadron Perusak ke-18 Pakistan, Komodor Omar Farooq, menerima pengalungan bunga setibanya di dermaga. Pihak TNI AL menegaskan, kunjungan ini memiliki nilai strategis yang luas bagi keamanan kawasan Asia.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Keliling Negara untuk Sampaikan Konsep Defensif Aktif Milik Indonesia
"Kehadiran tiga kapal perang Pakistan di Jakarta bukan sekadar singgah secara teknis, melainkan simbol kuatnya hubungan bilateral. Kami berharap sinergi antara TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan," ujar Uki Prasetia dalam amanat tertulisnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral III, Rabu (20/5).
Selama bersandar di Jakarta, para awak kapal Pakistan akan menjalani serangkaian agenda padat. Mereka dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) ke pejabat tinggi TNI AL, bertanding olahraga persahabatan dengan prajurit TNI AL, hingga menggelar jamuan diplomatik di atas kapal (deck reception).
Selain agenda internal militer, mereka juga menyediakan sesi kunjungan bagi personel TNI maupun masyarakat umum. Lewat program ini, warga Jakarta memiliki kesempatan langka untuk naik dan melihat langsung isi dalam kapal perang tersebut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































