Tiba-tiba KRI Bima Suci Dikunjungi Angkatan Laut Sri Lanka, Ada Apa?

Jakarta, IDM - Para perwira muda dan kadet Angkatan Laut Sri Lanka mengunjungi KRI Bima Suci yang berlabuh di Passenger Jetty Colombo, Sri Lanka, Kamis (20/4).
Kunjungan tersebut dalam rangka Midshipment Program untuk melihat dan mengenal lebih dekat KRI Bima Suci, kapal layar tiang tinggi TNI AL yang saat ini melaksanakan misi pelayaran diplomasi dan muhibah sebagai duta bangsa.
Baca Juga: Nurtanio, Perintis Industri Pesawat Indonesia
Sebelumnya, kedatangan KRI Bima Suci di Sri Lanka disambut oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing, Atase Pertahanan RI di India Laksamana Pertama Didik Kurniawan dan seluruh staf Kedutaan Besar RI.

Dalam keterangannya di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, menyampaikan peran TNI AL dalam pelayaran tersebut implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia untuk menciptakan persahabatan dan memperkenalkan budaya bangsa kepada dunia.
Baca Juga: Hell Week dalam Pembentukan Manusia Katak
"Maka dari itu para prajurit yang ditugaskan harus bangga karena jadu bagian dari kepercayaan yang diberikan oleh negara," tegasnya dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (24/4).
Pelayaran KRI Bima Suci berlangsung selama 214 hari dan menempuh jarak 25.869 mil laut, pada pelayaran Sri Lanka - Oman on board dua Sri Lanka Navy Cadet dalam program Ship Rider Program 2023. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































