HANKAM

Tiba di Rusia, Kapal Perang TNI AL KRI GNR-332 Merapat Buat Latihan Orruda Kedua

Delegasi TNI AL
Delegasi TNI AL dan perwira Angkatan Laut Rusia memberikan penghormatan saat upacara penyambutan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Vladivostok, Rusia, Kamis (23/7). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kapal perang TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332, resmi merapat di Vladivostok, Rusia, Kamis (23/7). Kedatangan armada tempur ini mengawali rangkaian latihan bersama (latma) bilateral Orruda 2026.

Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatna Laut (KSAL) Laksda Yayan Sofiyan dan Asisten Intelijen (Asintel) KSAL Laksda Andy Kriswanto menyambut langsung kedatangan prajurit di dermaga bersama pejabat Angkatan Laut Rusia. Tim perwira tinggi ini langsung mengecek kesiapan personel, material, hingga alat utama sistem senjata (alutsista) kapal sebelum pembukaan latihan resmi oleh KSAL Laksamana Muhammad Ali.

Baca Juga: KSAD: TNI AD Sudah Renovasi Rumah Dinas, Barak hingga Pangkalan

Kedatangan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di pangkalan Armada Pasifik Rusia ini menjadi puncak pelayaran internasional dari Surabaya, Jawa Timur. Sebelum sandar di Vladivostok, kapal perang yang mengangkut 145 personel gabungan, termasuk pasukan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska), sempat singgah di Pangkalan Busan, Korea Selatan, Minggu (19/7), untuk mengisi perbekalan dan mengecek kondisi teknis alutsista.

Delegasi TNI AL
Asops KSAL Laksda Yayan Sofiyan berjabat tangan dengan perwira Angkatan Laut Rusia saat penyambutan Satgas Latma Orruda 2026. (Foto: Dok. Dispenal)

Pada kesempatan tersebut, Yayan menegaskan kehadiran armada militer Indonesia di Rusia menunjukkan komitmen diplomasi pertahanan kedua negara.

"Kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Vladivostok untuk mengikuti latma Orruda 2026 merupakan komitmen diplomasi Indonesia untuk mempererat hubungan dengan Rusia yang telah terjalin lama," kata Yayan, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (24/7).

Baca Juga: Perpanjang Kerja Sama dengan ICRC, TNI Ingin Kuatkan Pelaksanaan HHI dalam Operasi Militer

Latihan bilateral edisi kedua ini bakal menguji berbagai skenario pertempuran laut modern. Prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Rusia memfokuskan latihan pada fase pangkalan (harbour phase) hingga fase laut (sea phase), mulai dari operasi penyekatan maritim, evakuasi medis, pencarian dan pertolongan, hingga simulasi menundukkan serangan drone laut atau wahana tanpa awak permukaan.

Penyelenggaraan latma Orruda 2026 di Vladivostok ini melanjutkan kesuksesan edisi perdana pada 2024 yang berlangsung di Perairan Jawa. Pelaksanaan latihan secara bergantian ini menjadi wujud nyata penerapan politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan laut kawasan maupun global.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.