Tiba di Kalbar, Kapal JS Kunisaki Bawa Tiga Helikopter Chinook dan 338 Personel untuk Bantu Padamkan Karhutla

Jakarta, IDM – Kapal pendarat Japan Ground Self-Defense Force, JS Kunisaki (LST-4003) tiba di Dermaga Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9), untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
JS Kunisaki membawa tiga helikopter CH-47 Chinook yang akan mendukung operasi water bombing atau pemadaman dari udara dalam penanganan karhutla di Kalimantan. Total, JS Kunisaki membawa 338 personel yang terdiri dari kru kapal, tim pemadaman, dan tim koordinator.
Baca Juga: Antisipasi Perang Masa Depan, TNI AL Perkuat Siber dan Sistem Tanpa Awak
Dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Jepang dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.
“Kehadiran unsur bantuan Jepang diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman serta mempercepat penanganan karhutla di wilayah terdampak,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.

Setelah ini, helikopter Chinook akan melaksanakan tahap persiapan sistem dan flight test untuk memastikan seluruh aspek kesiapan dan keselamatan penerbangan terpenuhi.
Baca Juga: Tembus Hutan Balegede, Siswa Kursus Komando A-50 Asah Kemampuan dan Mental Tempur
Rencananya, Chinook akan beroperasi pada 12-19 September 2026. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Kalimantan Barat, akan menjadi home base operasional penerbangan Chinook.
Dukungan Jepang tersebut akan diintegrasikan dengan operasi penanganan karhutla di bawah pengendalian operasi TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































