Tiba di Jepang, KRI Diponegoro-365 Siap Ikuti International Fleet Review

Jakarta, IDM - KRI Diponegoro-365 tiba di dermaga Funakoshi Quay Yokosuka, Jepang, Selasa (1/11). IDM - Salah satu unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II tersebut akan mengikuti International Fleet Review (IFR) 2022.
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (1/11), kedatangan KRI Diponegoro-365 yang dipimpin Komandan Letkol Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, disambut langsung oleh Atase Pertahanan Republik Indonesia (Athan RI) di Tokyo, yaitu Kolonel Pnb Andi Nur Abadi.

International Fleet Review 2022 diselenggarakan Perdana Menteri Jepang dalam rangka 'Japan Maritime Self Defense Force' (JMSDF) ke-70 tahun. KRI Diponegoro-365 akan berlatih selama 45 hari dengan membawa 108 anak buah kapal serta 12 tim pendukung dari Kopaska, penyelam, intelijen, dan kesehatan.
Baca:TNI AL Pamer Sejumlah Alutsista dalam Rangkaian Indo Defence 2022
Ajang International Fleet Review 2022 melibatkan 40 kapal perang yang terdiri dari 19 kapal JMSDF, 21 kapal negara peserta, dan akan dilanjutkan dengan kegiatan latihan multilateral, di antaranya search and rescue exercise dan photo exercise pada 6-7 November. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































