Tiba di Indonesia, Kapal Induk Garibaldi Dikawal 2 Fregat Kelas Brawijaya TNI AL

Jakarta, IDM – Calon kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, resmi memasuki wilayah perairan nasional, Kamis (17/9). Masuknya kapal perang raksasa asal Italia tersebut mendapat pengawalan ketat dua fregat TNI AL saat melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I).
Dua kapal perang Indonesia yang menempel pergerakan kapal induk tersebut, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Selain kapal perang, TNI AL mengerahkan unsur pesawat udara CN-235 dan NC-212 Aviocar untuk melakukan pengawasan udara di sepanjang jalur pelayaran.
Sebelumnya, pergerakan kapal induk ini sempat terpantau kamera pemantau Maritime Command Center (MCC) Batam saat melintas di Selat Singapura pada Rabu (16/9) pagi sekitar pukul 08.25 WIB.
Baca Juga: Bedah Jalur Penyelundupan Narkoba dan Senjata di Laut, TNI AL Kumpulkan Aparat Penegak Hukum
Di sela-sela pengawalan di ALKI I, prajurit kedua negara menggelar latihan bersama berupa passing exercise (passex) dan pembentukan formasi kapal (photoex). Latihan pendaratan helikopter silang (helicopter cross deck) juga sukses dieksekusi saat AS565 MBe Panther yang dibawa dari unsur KRI TNI AL mendarat mulus di atas geladak ITS Giuseppe Garibaldi.
ITS Giuseppe Garibaldi bertolak dari Italia pada Senin (24/8) malam waktu setempat. Dalam pelayaran lintas benua menuju Tanah Air, kapal induk ini melintasi rute strategis Terusan Suez serta sempat singgah di Jeddah (Arab Saudi) dan Colombo (Sri Lanka).
Sebelum pelayaran tersebut, TNI AL mengirimkan 100 prajurit ke Italia untuk menjalani serangkaian pelatihan khusus. Para prajurit berlatih intensif sebelum mengawaki kapal induk tersebut bersama personel Angkatan Laut Italia melalui skema joint crew.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan, kehadiran kapal induk ini menjadi tonggak penting bagi pertahanan maritim nasional.
"Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL," ujar Tunggul dalam keterangan Dispenal, Kamis (17/9).
Baca Juga: Soroti Keselamatan Kapal Selam, TNI AL dan US Navy Pertajam Kerja Sama
Tunggul menjelaskan, kapal induk ini akan difokuskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama aksi kemanusiaan.
"Khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas Presiden RI," lanjut Tunggul.
Setelah tiba di Indonesia, kapal induk ini akan melewati proses serah terima secara bertahap hingga seluruh pengawakan dipegang 100 persen oleh prajurit TNI AL.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































