TEKNOLOGI

Thailand Andalkan ‘Wolverine’ untuk Jaga Perbatasan

Thailand Andalkan ‘Wolverine’ untuk Jaga Perbatasan
AT-6 Beechraft dipamerkan dalam penyelenggaeakan pameran Dubai Airshow di Uni Emirat Arab, pada 14-18 November 2021. Dok./ DefenseNews/Staff

Dubai, IDM - Delapan unit light-attack AT-6 buatan Amerika Serikat (AS) ini akan melakukan beragam misi untuk mendukung keamanan perbatasan seperti menggagalkan penyelundupan, operasi antinarkoba, dan perdagangan manusia.

Angkatan Udara Kerajaan Thailand menandatangani kontrak senilai USD143 juta dengan Textron Aviation untuk pembelian delapan (8) unit pesawat Beechcraft AT-6 Wolverine, beserta peralatan pendukung darat (ground support), suku cadang, pelatihan, dan peralatan lainnya.

Kesepakatan Thailand dengan perusahaan AS pada hari pertama Dubai Airshow, Minggu (14/11/2021) menjadikannya pelanggan internasional pertama dari pesawat serang tipe light-attack tersebut. Berdasarkan kontrak, pengerjaan akan dilakukan di fasilitas perusahaan di Wichita, Kansas.

Dilansir dari DefenseNews, Senin (15/11/2021), Ppresiden dan CEO Textron Aviation Defense Thomas Hammoor menyatakan, Thailand memilih Beechcraft AT-6 untuk mendukung serangkaian misi keamanan perbatasan di negara itu. Antara lain menggagalkan penyelundupan, operasi antinarkoba, dan perdagangan manusia.

“Angkatan Udara Kerajaan Thailand adalah mitra penting AS di bidang keamanan, sekaligus operator dari salah satu angkatan udara paling maju di Asia Pasifik. Berdasarkan riset pasar dan performa, serta proses pengadaan yang ketat, mereka sepakat menggantikan Aero L-39 Albatros lawas sekaligus meningkatkan kemampuan armada udara dengan teknologi terbaru,” tambah Thomas.

Kontrak untuk AT-6 mendukung prioritas modernisasi pertahanan Thailand dan perjanjian kerja sama pertahanan timbal balik antara AS dan Thailand. Kontrak tersebut juga diyakini berkontribusi pada pertumbuhan industri kedirgantaraan Thailand, sebagaimana dirinci dalam Rencana Pembelian dan Pengembangan (P&D) Angkatan Udara Kerajaan Thailand berdurasi 10 tahun, dan sejalan dengan apa yang disebut strategi S-Curve 11 negara itu—program yang dimaksudkan untuk mendukung industri pertahanan dalam negeri. (ISSA)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.