HANKAM

Terobosan! IPB Berhasil Ciptakan Rompi Antipeluru dari Bahan Limbah Sawit

Rompi antipeluru
Rompi antipeluru berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) inovasi IPB University. (Foto: Dok. IPB University)

Jakarta, IDM – Institut Pertanian Bogor atau IPB University menciptakan rompi antipeluru berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Dilansir dari keterangan Humas IPB University, Sabtu (27/12), hasil riset tim IPB University dinyatakan lolos uji balistik dan tersertifikasi setelah menjalani pengujian ketat di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD), Batujajar, Bandung beberapa waktu lalu.

Dijelaskan bahwa keberhasilan ini menandai capaian penting riset biomaterial IPB University dalam mendukung pengembangan industri pertahanan berbasis sumber daya lokal.

Baca Juga: TNI Turunkan Kendaraan Reverse Osmosis, Pasok Air Bersih untuk Warga Palembayan

Inovasi ini lahir dari kolaborasi tim IPB University dari multidisiplin, diketuai Siti Nikmatin, peneliti Pusat Studi Sawit yang juga dosen Departemen Fisika. Anggota tim peneliti terdiri atas Irmansyah, Rima Fitria Adiati, Agus Kartono (Fisika), serta Tursina Andita Putri (Agribisnis).

"Riset ini telah dikembangkan selama bertahun-tahun, dengan fokus khusus pada material antipeluru sejak 2023 hingga akhirnya memenuhi standar kualifikasi militer," tulis keterangan Humas IPB University.

Sementara itu ada juga keterlibatan mitra industri melalui Andika Kristinawati dari PT Interstisi Material Maju turut memperkuat hilirisasi riset ini.

Spesifikasi Rompi Antipeluru IPB University

Rompi berbahan serat TKKS diuji menggunakan amunisi kaliber 9×19 mm dari jarak tembak 5 meter, mencakup kondisi tembak kering dan basah, serta uji ketahanan terhadap tusukan dan bacokan senjata tajam.

Baca Juga: TNI Bersinergi Bersihkan Tumpukan Kayu Seluas 2 Hektare di Aceh Tamiang

Berdasarkan penilaian tim penguji, rompi dinyatakan lulus karena mampu menahan proyektil tanpa tembus dengan tingkat deformasi atau lekukan belakang di bawah 44 mm. Performa ini dinilai sangat kompetitif dengan rentang harga pasaran rompi antipeluru level IIIA yang ada saat ini.

Selain memenuhi aspek perlindungan, rompi ini juga menonjol dari sisi ergonomi, dengan bobot di bawah 2 kg dan ketebalan kurang dari 2 cm. Proyek ini didanai melalui Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2024–2025. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.