Terjun Tanpa Perlengkapan, 57 Prajurit Tri Dharma Raih Kualifikasi Para Dasar

Jakarta, IDM – Setelah melewati beberapa tahapan penerjunan termasuk tanpa perlengkapan, dengan perlengkapan tempur, terjun malam, dan terjun di hutan gunung, 57 prajurit dari Yonif Para Raider 330/Tri Dharma (TD) raih kualifikasi para dasar.
"Alhamdulillah, 57 prajurit berhasil menyelesaikan pendidikan Para Dasar dengan lancar dan berhak menyandang kualifikasi para dasar," kata Danyonif 330, Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto dikutip keterangannya, Sabtu, (19/10).

Pendidikan Para Dasar Gelombang IV Tahun Anggaran 2024 ini digelar di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Bandung.
Baca Juga: Pimpin Rapat Kesiapan Lanud IKN, Ini Pesan Wakasau kepada Jajarannya
"Dari jumlah tersebut, 2 prajurit meraih kelulusan dengan kategori pujian, 54 orang kategori sangat memuaskan, dan 1 orang dengan kategori memuaskan," kata Dedy Pungky.
Kegiatan penerjunan dan Wing Day yang berlangsung di Lanud Suparlan, Batujajar, merupakan puncak dari pendidikan yang dirancang untuk membekali para prajurit dengan kemampuan dan kompetensi sebagai prajurit lintas udara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































