Terima Kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Menhan Sjafrie Apresiasi Pengadaan Rafale dan Scorpene

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis H.E. Chaterine Vautrin di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/9). Kedatangan Chaterine Vautrin beserta jajaran disambut lewat jajar kehormatan.
Annual Defense Minister Dialogue pertama antara kedua negara ini digelar dalam rangka memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis.
“Kita mengharapkan ini menjadi momentum yang paling penting dalam rangka penguatan, tidak hanya kerja sama pertahanan, tetapi juga kerja sama antarbangsa Indonesia dan Prancis,” kata Menhan Sjafrie dalam pernyataan bersama.
Baca Juga: Tekan Harga Pasar, Brigif 6 Kostrad Gelar Pasar Murah dan Bagi Bibit Pohon
Sjafrie mengatakan, kerja sama pertahanan yang kuat antara Indonesia dan Prancis tidak lepas dari hubungan baik Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kepada Chaterine Vautrin, Sjafrie juga menyampaikan apresiasi terkait pengadaan jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpene. Diketahui, Indonesia membeli 42 unit Rafale produksi Dassault Aviation dan dua kapal salam Scorpene buatan Naval Group. Dua Scorpene itu akan diproduksi bersama di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya.

“Pada hari ini kita mengapresiasi penguatan kerja sama di bidang alutsista yang ditandai dengan kedatangan Rafale pertama di Indonesia dan dimulainya pembangunan kapal selam Scorpene yang pertama oleh PT PAL,” tutur Sjafrie.
Baca Juga: Waasops KSAU: Misi Pegase Tingkatkan Kapabilitas TNI AU dan Angkatan Udara Prancis
Sjafrie menambahkan, Indonesia dan Prancis juga akan terus melaksanakan pertukaran perwira dalam rangka sekolah dan latihan, baik untuk hubungan institusi maupun person to person.
“Ke depan, kita akan terus bekerja sama untuk menunjukkan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Prancis terus berkembang dan berada pada momentum yang sangat positif, tidak hanya untuk pengadaan alutsista, tapi juga dalam peningkatan kemampuan profesionalisme personel dan hubungan antarangkatan bersenjata,” kata Sjafrie.
Adapun selain bertemu Sjafrie, kedatangan Chaterine Vautrin juga untuk meninjau Misi Pegase 2026 Angkatan Bersenjata Prancis.
Baca Juga: Wakil KSAU: Misi Pegase Dorong Peningkatan Kapabilitas dan Hubungan Bilateral
Rencananya, Chaterine Vautrin akan berkunjung ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, tempat Angkatan Udara Prancis berencana melakukan latihan bersama dengan TNI Angkatan Udara, dalam rangka Misi Pegase 2026.
Chaterine Vautrin akan meninjau pesawat pesawat Prancis dan Indonesia yang ada di Indonesia dari tanggal 20-25 September 2026, sebagai bagian dari edisi Misi Pegase 2026.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































