Terima Kunjungan Dubes Rwanda, Menhan Sjafrie Tekankan Kerja Sama Pertahanan Nonintervensi

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Rwanda untuk Indonesia, H.E. Sheikh Abdul Karim Harelimana di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Kamis (5/2).
Kunjungan itu dalam rangka mempererat hubungan bilateral dan komunikasi antara Indonesia dan Republik Rwanda di bidang pertahanan.
Kedua pihak membahas peluang kerja sama pertahanan, termasuk peluang pembentukan forum dialog pertahanan guna mendukung kerja sama yang berkelanjutan pada masa mendatang.
“Saya menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan, berlandaskan prinsip kedaulatan, nonintervensi, dan perdamaian,” kata Sjafrie dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/2).
Pertemuan tersebut juga membahas penjajakan peningkatan kapabilitas pertahanan, termasuk kerja sama industri pertahanan, pertukaran pendidikan, dan pelatihan militer.
“Indonesia menyambut baik minat Rwanda terhadap produk nasional, khususnya dari PT Pindad, yang dikenal berkualitas dan kompetitif,” ucap Sjafrie.
Baca Juga: TNI AD Lantik 20 Atlet Jalur Perwira Khusus, Ini Daftarnya
Sebelumnya, Dubes Abdul Karim sudah berkunjung pabrik PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, pada Februari 2024.
Abdul Karim mengatakan bahwa Rwanda merupakan negara yang terbuka untuk melakukan kerja sama dengan berbagai negara karena negara nonblok. Dalam kunjungan itu, Abdul Karim meninjau divisi Senjata dan Kendaraan Khusus PT Pindad. (nma)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































