HANKAM

Terima Kunjungan Delegasi HIANG, Muspusdirla Unjuk Koleksi hingga Sejarah Perkembangan TNI AU

USPACAF, HIANG
Delegasi USPACAF Hawaii Air National Guards (HIANG) melakukan kunjungan ke Muspusdirla Yogyakarta dalam rangka Ground Radar Air Defense Subject Matter Expert Exchange (SMEE) di antara TNI AU dan HIANG. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta, Kolonel Sus Komaruddin beserta jajaran menerima kunjungan delegasi United States Pacific Air Force (USPACAF) Hawaii Air National Guards (HIANG).

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Kamis (27/6) tersebut, delegasi HIANG dipimpin oleh Colonel Shane Armour Hau'oli Nagatani, dan didampingi oleh delegasi TNI AU pimpinan Kolonel Lek Febri Eko.

Dikutip dari keterangan TNI AU, Sabtu (29/6) terungkap, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ground Radar Air Defense Subject Matter Expert Exchange (SMEE) di antara TNI AU dan HIANG.

Baca Juga: Intel TNI Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Napi di Lapas Aceh

Selama berada di Muspusdirla, delegasi angkatan udara kedua negara berkesempatan untuk melihat lebih dekat koleksi-koleksi bersejarah di sana, serta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perkembangan TNI AU di era perjuangan.

USPACAF, HIANG
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan pemutaran film Jupiter Aerobatic Team (JAT) di mini teater serta mengunjungi museum engine dan heritage komlek (komunikasi elektronika).

Melansir keterangan dari laman TNI dijelaskan, heritage komlek menyimpan sejumlah benda-benda komlek yang bersejarah dan diberi nama Gedung Boediardjo, usai direnovasi sejak 1 November 2018. Boediarjo merupakan senior yang telah merintis bidang komunikasi udara dalam upaya merebut serta mengisi kemerdekaan.

Baca Juga: Bakamla Geledah Kapal Tambang Pasir Ilegal di Perairan Karimun

Heritage komlek memiliki luas bangunan kurang lebih 330 meter persegi. Pada masa pendudukan Belanda, gedung ini merupakan bagian dari pabrik gula Djamban, Wonocatur. Setelah masa kemerdekaan, gedung yang sama juga pernah dipakai sebagai Markas Paskhasau dan terakhir sebagai Kantor Staf Muspusdirla.

“Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama di antara TNI AU dan HIANG, serta memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai sejarah dan perkembangan TNI Angkatan Udara kepada para delegasi,” pungkas TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.