Terima Baret Biru, 15 Siswa Sejurba A-43 Dikukuhkan jadi Personel Pom TNI AU

Jakarta, IDM – Sebanyak 15 siswa Sekolah Kejuruan Bintara (Sejurba) Polisi Militer TNI Angkatan Udara (POM TNI AU) Angkatan ke-43 Tahun 2026 resmi memperoleh Baret Biru sebagai tanda berakhirnya rangkaian pendidikan yang telah mereka tempuh.
Belasan siswa tersebut terdiri dari 7 personel pria dan 8 Personel Wanita Angkatan Udara (Wara) yang menempuh pendidikan di Skadron Pendidikan (Skadik) 404 Wingdik 400/Matukjur, Lanud Adi Soemarmo, Solo.
Sebelum dikukuhkan sebagai prajurit POM TNI AU, para siswa terlebih dahulu digembleng melalui berbagai tahapan pendidikan dan latihan yang menuntut ketahanan fisik, mental, serta profesionalisme.
Baca Juga: Indonesia akan Kedatangan Tiga Jet Tempur Rafale Lagi pada Pertengahan Tahun
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi long march, penegakan ketertiban di daerah operasi, serta pemeriksaan kendaraan, pengamatan dan penggambaran, penghadangan, penangkapan desertir, serta pengawalan tahanan desertir.

Pendidikan ditutup melalui Upacara Tradisi Pembaretan yang dipimpin oleh Wakil Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Wadanpuspomau) Marsma TNI Seprianus Hanok Sarante, mewakili Komandan Puspomau Marsda TNI Daan Sulfi, bertempat di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Kamis (26/2).
Dalam amanat tertulisnya, Komandan Puspomau menegaskan bahwa Baret Biru bukan sekadar atribut, melainkan simbol kehormatan, kebanggaan, dan tanggung jawab besar.
Baca Juga: Gelar Latihan Kesiagaan I Elang Gesit, Danlanud Iswahjudi: Fokus pada Dukungan Operasi Penerbangan
Baret tersebut mengandung amanah untuk menegakkan hukum, menjaga disiplin, serta memelihara tata tertib dan wibawa TNI Angkatan Udara di manapun bertugas.
Lebih lanjut disampaikan bahwa prosesi pembaretan tidak sekadar menandai berakhirnya pendidikan, tetapi juga menjadi puncak pembentukan jati diri prajurit Polisi Militer TNI AU.
“Tradisi ini juga menjadi wahana memupuk jiwa korsa, semangat kebersamaan, serta nilai-nilai kejuangan sebagai fondasi moral prajurit Polisi Militer,” tegas Marsda TNI Daan Sulfi, dikutip dari siaran pers Penerangan Lanud Adi Soemarmo yang diterima redaksi Indonesia Defense Magazine, Kamis (26/2). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































