Terbang ke Turki, 2 Perwira TNI AL Serap Ilmu Evakuasi Kapal Selam Mutakhir

Jakarta, IDM – TNI AL mengutus dua perwira menengah untuk mengikuti latihan internasional Kurtaran Exercise-26 di Pangkalan Angkatan Laut Aksaz, Turki. Kehadiran delegasi ini bertujuan memperkuat kesadaran domain bawah laut (underwater domain awareness) dan kemahiran penyelamatan kapal selam.
Kolonel Laut (P) Ferry Kurniawan dari Komando Armada (Koarmada) III dan Letkol Laut (P) Hadhito Prayoga dari Koarmada II ditugaskan sebagai pengamat. Selama sepekan lalu, keduanya mendalami prosedur teknis evakuasi darurat yang melibatkan teknologi sonar dan perangkat penyelamatan mutakhir.
Baca Juga: Pastikan Keamanan Perbatasan RI-Malaysia, Asops KSAD Tinjau Pos Komando Taktis Gabma Entikong
Latihan ini dirancang pada level operasional yang meliputi fase pangkalan (harbor phase) dan fase laut (sea phase). Fokus utama kegiatan terbagi menjadi dua materi inti, yakni latihan pencarian (search exercise) dan latihan penyelamatan kapal selam (submarine rescue exercise).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menjelaskan, para delegasi mempelajari kompleksitas pengoperasian sonar serta alat pemancar gema multibeam (multibeam echosounder) untuk mendeteksi posisi kapal dalam kondisi darurat.
"Peserta menitikberatkan pada prosedur evakuasi medis dan penyelamatan fisik menggunakan perangkat canggih seperti wahana bawah air kendali jarak jauh (remotely operated vehicle/ROV) dan kendaraan penyelamat penyelaman dalam (deep submergence rescue vehicle/DSRV)," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (27/4).
Baca Juga: Masuki Tahap Akhir, TNI AD Percepat Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Uning Mas
Selain itu, delegasi juga meninjau penggunaan ruang dekompresi (chamber) serta mekanisme evakuasi medis udara (medevac). Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan standar keselamatan di lingkungan satuan kapal selam Indonesia.
“Partisipasi dalam latihan global ini merupakan wujud nyata dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, untuk menempatkan penguatan kapabilitas personel dan profesionalisme sumber daya manusia sebagai prioritas utama organisasi,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































