Terbang ke Serbia, Marinir Uji Langsung Ketangguhan Munisi Kaliber 122mm

Jakarta, IDM – Korps Marinir mengirim delegasi khusus ke Eropa Tenggara. Mereka mendatangi markas industri pertahanan Yugoimport SDPR di Serbia untuk menguji langsung kualitas amunisi kaliber 122 mm.
Komandan Resimen Kavaleri (Danmenkav) 3 Marinir, Kolonel (Mar) Fachrul Ahmadi, memimpin langkah strategis tersebut pada Selasa (3/2). Kehadirannya mewakili Komandan Pasmar 3, Mayjen (Mar) Andi Rahmat M.
Fachrul menegaskan, timnya mendarat di Serbia untuk memastikan amunisi pesanan TNI benar-benar siap tempur sebelum dikirim ke Indonesia.
Baca Juga: Kolonel TNI AD Ciptakan Drone Elang Terinspirasi dari Layang-layang
"Kami datang langsung ke pabriknya untuk melakukan uji fungsi dan pemeriksaan akhir (factory acceptance test). Kami harus menjamin munisi kaliber 122 mm ini memenuhi standar kelaikan operasi yang ketat," ujar Fachrul, dikutip dari keterangan Pasmar 3, Rabu (4/2).
Tidak sendirian, dalam misi krusial ini Fachrul menggandeng tim gabungan ahli dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI AD. Mereka bekerja sama meneliti detail teknis amunisi agar tidak ada celah kekurangan sedikitpun.
Selain urusan peluru roket, Fachrul juga memanfaatkan momen ini untuk membedah teknologi militer terbaru di sana.
Baca Juga: Disaksikan Perwakilan PBB, Prajurit TNI Latihan Mitigasi Ranjau dan Bahan Peledak
"Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang bagi kami menjajaki perkembangan teknologi pertahanan global. Kami perlu menyerap wawasan baru soal Alutsista modern demi kemajuan teknologi tempur Korps Marinir," tambahnya.
Sebagai informasi, Yugoimport SDPR bukan pemain baru. Raksasa pertahanan milik negara Serbia ini sudah memproduksi senjata sejak 1949. Markas mereka di Beograd aktif menelurkan kendaraan lapis baja, sistem artileri, pesawat tanpa awak (UAV), hingga amunisi kelas berat.
Terpisah, Danpasmar 3 Mayjen (Mar) Andi Rahmat M menyambut positif langkah ini. Ia menyebut pelibatan Pasmar 3 membuktikan kepercayaan tinggi pimpinan kepada Korps Marinir dalam mengawal modernisasi pertahanan negara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































