HANKAM

Tepis Stigma Negatif Film "Pesta Babi", TNI AD Dorong Kritik Berbasis Data dan Fakta Lapangan

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono. (IDM/Ricardo Ronald)

Jakarta, IDM – TNI AD kembali memberikan klarifikasi terkait isu film "Pesta Babi". Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menepis stigma negatif dari film tersebut. Ia menyoroti dampak sosial dan narasi yang dibangun dari film tersebut sehingga pentingnya objektivitas dan keseimbangan informasi dalam menyikapi hal ini karena banyak narasi kebohongan yang disampaikan.

"​Logikanya, seorang kepala suku yang bernama Bapak Manu pernah diundang podcast bersama Bobon Santoso. Dalam podcast tersebut, kepala suku menyatakan bahwa TNI betul-betul bekerja untuk masyarakat selama bertugas di sana," kata Donny saat acara "Silatuhrami Bersama Insan Media" di Jakarta, Jumat (29/5).

Baca Juga: Kadispenad Sebut Kehadiran Yon TP Berikan Dampak Peningkatan Ekonomi Lokal

Lebih lanjut Donny mengatakan TNI AD menghormati kebebasan berekspresi dan kebebasan berkarya dalam demokrasi. Tetapi, setiap produk informasi juga memiliki tanggung jawab moral agar tidak membangun stigma kebencian ataupun distorsi terhadap institusi negara.

Ia pun menyoroti terkait sumber dana yang disinggung dalam pembuatan film, publik tentu berhak mengetahui bagaimana sebuah produksi besar dapat dilakukan hingga di wilayah terpencil dan dikategorikan daerah rawan konflik.

"Karena, transparansi penting untuk menjaga objektivitas. Ini bukan tuduhan, tetapi bagian dari keterbukaan publik. Kami tidak antikritik, tetapi kritik juga dibangun di atas data, keseimbangan, dan fakta lapangan," kata Donny.

Sebelumnya KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pernah memberikan komentar terkait film tersebut. Ia mempersilahkan orang untuk bebas berpendapat terkait film tersebut.

Baca Juga: Prajurit Marinir di Pos Pasir Putih Papua Sigap Obati Warga yang Terluka

“Orang mempunyai pendapat, silakan saja. Tapi saya berani bilang bahwa banyak program TNI AD dan bukan untuk kepentingan TNI. Kami meyakinkan program itu berjalan, tidak ada yang tersakiti,” kata Maruli di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).

Lebih lanjut, Maruli memastikan bahwa kehadiran TNI AD di Papua untuk membantu masyarakat. Ia pun membeberkan beberapa program yang sudah berjalan, mulai dari pembangunan air bersih hingga sekolah.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.