HANKAM

Temui KSAL, Dubes Sri Lanka Bahas Kerja Sama Teknologi Kapal Perang

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
Pertemuan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Sashikala Premawardhane di Jakarta, Senin (10/8). (Foto: Dok. Kedutaan Besar Sri Lanka)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menerima kunjungan Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Sashikala Premawardhane di Jakarta, Senin (10/8). Pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi industri pertahanan di bidang kapal perang dan teknologi maritim.

Langkah ini menjadi tindak lanjut atas rencana penandatanganan nota kesepahaman pertahanan (Letter of Intent on Defence Cooperation) antara Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Pertahanan Sri Lanka.

Kedua pihak membedah potensi kolaborasi teknologi perkapalan, alih pengetahuan, hingga program pelatihan bagi personel Angkatan Laut Sri Lanka.

Baca Juga: Dramatis! TNI-Polri Evakuasi WNA di Lokasi Penembakan Festival Lembah Baliem

Sinergi tersebut sekaligus membuka jalan bagi industri galangan kapal dalam negeri untuk memasok kebutuhan armada pertahanan laut Sri Lanka.

Premawardhane menilai kolaborasi teknis ini krusial untuk menjaga stabilitas keamanan kedua negara di kawasan Samudra Hindia.

"Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mempererat kemitraan maritim kedua negara, khususnya dalam menindaklanjuti nota kesepahaman pertahanan serta mendorong kolaborasi industri dan teknologi perkapalan militer," kata Premawardhane, dikutip dari keterangan resmi Kedutaan Besar Sri Lanka, Selasa (11/8).

Baca Juga: TNI AU Matangkan Rencana Pemanfaatan Jalan Tol di Jawa Timur sebagai Landasan Alternatif

Penjajakan militer kedua negara sendiri sudah bergulir sejak awal tahun. Pada Maret 2026, Premawardhane sempat menemui Sekjen Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo untuk mematangkan draf nota kesepahaman pertahanan, mencakup kerja sama industri militer, operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue), serta pertukaran latihan antarangkatan.

Selain teknologi perkapalan, pertemuannya dengan Ali juga menghasilkan kesepakatan pembentukan forum dialog staf angkatan laut (Navy-to-Navy Staff Talks) serta agenda saling kunjung kapal perang secara berkala.

Hubungan kedua matra laut sebelumnya juga sudah terjalin lewat pelayaran muhibah kapal layar latih KRI Bima Suci ke Kolombo dan keterlibatan taruna Sri Lanka dalam ajang ASEAN Plus Cadet Sail 2026.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.