HANKAM

Tempuh Pendidikan SOC di Filipina, Penerbang Tempur TNI AU Raih Predikat 'Top 3 Excellence'

Kapten Pnb
Kapten Pnb Chandra Ari Wijaya (tengah), penerbang tempur F-16 TNI AU yang berhasil merampungkan pendidikan SOC Class 2024-B di Filipina dan meraih sejumlah penghargaan. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Penerbang tempur F-16 asal Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Kapten Pnb Chandra Ari Wijaya menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat sebagai ‘Top 3 Excellence’ saat menempuh pendidikan Squadron Officer Course (SOC) Class 2024-B di Filipina.

Melansir keterangan TNI AU dijelaskan bahwa perwira menengah TNI Angkatan Udara (TNI AU) itu juga berhasil meraih beragam penghargaan, di antaranya Deputy Commander AETDC Award of Excellence dan peringkat ketiga dalam kelulusan kelas.

Baca Juga: Aspotdirga KSAU Tegaskan Komitmen TNI AU dalam Mendukung Terwujudnya Swasembada Pangan

Penghargaan lainnya adalah Commandant’s Paper Award (perak); Fastest 5KM Run Contenders Award; serta sertifikat apresiasi dari Komandan Philippine Air Force Officer School (PAFOS) atas dedikasinya sebagai siswa internasional berprestasi.

Kapten Pnb
2. Kapten Pnb Chandra Ari Wijaya saat mengikuti pendidikan SOC Class 2024-B di Filipina. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

“Keberhasilan Kapten Pnb Chandra, yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2014 menjadi kebanggaan tersendiri bagi TNI Angkatan Udara sekaligus memberikan inspirasi bagi perwira lainnya,” tulis TNI AU dikutip dari keterangan foto dalam instagram @militer.udara, Selasa (17/12).

Baca Juga: KSAL: Indonesia Tertarik dengan Rudal BrahMos dari India, Jadi Opsi Kolaborasi Teknologi

Keseluruhan penghargaan tersebut diberikan saat upacara penutupan pendidikan SOC Class 2024-B yang digelar di Bactol Hall, Fernando Air Base, Lipa City, pada Sabtu (14/12) dan dipimpin langsung oleh oleh Commanding General of Philippine Air Force, LTGEN Stephen P. Pareno, PAF.

Kapten Pnb Chandra harus menempuh pendidikan di Filipina selama lima bulan bersama dengan 56 perwira Angkatan Udara Filipina. Program ini setara dengan pendidikan Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) di Indonesia. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.