HANKAM

Tembus Medan Sulit, Begini Cara Prajurit Marinir Kuasai Tempur Rawa-Sungai

Prajurit Yonif 3 Marinir
Prajurit Yonif 3 Marinir simulasi tempur di Rawa, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (15/6). (Foto: Dok. Pasmar 2)

Jakarta, IDM – Prajurit Batalion Infanteri (Yonif) 3 Marinir terus mengasah taji tempur mereka di segala medan. Satuan elite bersandaran julukan Hiu Petarung ini menggelar latihan taktis khusus untuk menguasai medan perairan di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (15/6).

Latihan intensif ini berfokus pada kemahiran bermanuver dan melumpuhkan ancaman di wilayah perairan pedalaman. Berbekal perahu karet, para prajurit tersebut mensimulasikan gerakan cepat untuk menembus kawasan rawa dan sungai yang dikenal penuh rintangan serta memiliki jarak pandang terbatas.

Baca Juga: Pangkogabwilhan III Kunjungi Makodam Pattimura di Tengah Rencana Bangun Pangkalan Terintegrasi Indonesia Timur

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 3 Marinir Letkol (Mar) Iskandar Muda menjelaskan, penguasaan medan perairan merupakan kemampuan mutlak yang wajib melekat pada setiap prajurit pasukan pendarat. Karakteristik rawa dan sungai yang dinamis menuntut konsentrasi tinggi dan kerja sama tim yang solid agar perahu tetap stabil saat bermanuver taktis.

Prajurit Yonif 3 Marinir
(Foto: Dok. Pasmar 2)

"Kami menguji profesionalisme prajurit Yonif 3 Marinir dari cara mereka menguasai medan-medan sulit, termasuk wilayah perairan, sungai, dan rawa. Lewat latihan berkala ini, kami memastikan seluruh personel mampu mengaplikasikan taktik tempur air secara sempurna dalam penugasan nyata ke depan," ujar Iskandar, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Selasa (16/6).

Baca Juga: Pesawat Grob LD-1201 Kembali Mengudara usai Jalani Program Periodic Inspection 3000 Jam Terbang di Sathar 11

Iskandar menambahkan, pengenalan terhadap tipologi wilayah baru menjadi kunci keberhasilan operasi militer. Oleh karena itu, skenario latihan sengaja dirancang menyerupai kondisi lapangan sesungguhnya guna melatih insting pertahanan dan kecepatan merespons serangan mendadak.

Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari program pembinaan kemampuan berkala yang terjadwal di lingkungan Korps Marinir. Melalui gemblengan fisik dan taktik yang matang, pasukan Marinir diproyeksikan selalu siap siaga menjaga kedaulatan wilayah RI dari berbagai potensi ancaman di sektor perairan darat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.